JAKARTA – Sempat mangkrak selama beberapa tahun, Pemprov DKI Jakarta akhirnya berhasil menyelesaikan pembangunan Masjid Apung An-Nur yang berlokasi di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta Utara. Masjid unik berkapasitas 900 jemaah tersebut diresmikan Gubernur Pramono Anung berbarengan dengan kegiatan Salat Jumat.
Pramono menjelaskan pembangunan masjid ini pertama kali digagas oleh Gubernur Anies Baswedan pada 2019 silam. Namun akibat terkendala pandemi Covid-19, proses pembangunannya terhenti dan baru dapat dilanjutkan kembali pada Mei 2024. “Alhamdulillah, saya sebagai penerusnya melanjutkan sampai selesai dan bersyukur yang memberi nama saya,” ujar Pramono di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (16/10).
Masjid Apung An-Nur ini didesain unik agar bisa menjadi simbol baru bagi Jakarta dalam memberikan ruang bagi seluruh aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan. “Insyaallah kehadiran Masjid Apung An-Nur ini menjadi salah satu upaya dan juga menjadi simbol nyata bahwa kehidupan keberagaman di Jakarta ini berlangsung, berjalan dengan baik,” kata Pramono.
Ia pun bersyukur bahwa berbagai proyek yang belum terselesaikan di masa gubernur sebelumnya kini satu per satu bisa dilanjutkan dan dituntaskan di masa pemerintahannya. “Tak hanya Masjid Apung An-Nur, berbagai program di masa pemerintahan sebelumnya juga telah diselesaikan seperti jembatan penghubung JIS dan Ancol, pembongkaran tiang monorel sekaligus penataan kawasan Kuningan, pembangunan rumah sakit di kawasan RS Sumber Waras,” urainya.
Menurutnya, setelah akses JIS sudah disambungkan yang kurang lebih 300 meter, maka seluruh parkir sekarang bisa di Ancol, baik mobil maupun motor. Kendaraan berapa pun bisa parkir di Ancol,” ucap Pramono.
Masjid Apung An-Nur Jakarta mulai dilanjutkan pembangunan sejak 1 Mei 2024 dan rampung pada 29 Juli 2026.
Masjid ini memiliki kapasitas untuk 600 jemaah yang terdiri dari 460 ikhwan dan 140 akhwat, serta area plaza dengan kapasitas 300 jemaah. Jadi, totalnya 900 jemaah.
Masjid Apung An-Nur ini sebagai sarana ibadah tapi dirancang untuk menjadi landmark dan ikon baru bagi kebanggaan masyarakat di pesisir Jakarta. Masjid ini memiliki filosofi bahtera iman dengan denah berbentuk segi lima yang melambangkan lima rukun Islam dan lima waktu salat, serta siluet denah yang membentuk bulan dan bintang sebagai simbol cahaya dan petunjuk.
Untuk sementara ini hingga akhir Oktober 2026, pihak manajemen Ancol memberikan kemudahan berupa tiket masuk gratis bagi masyarakat yang ingin berkunjung atau beribadah di masjid tersebut. Tiket gratis hanya berlaku untuk orang, sedangkan kendaraan tetap harus bayar. (jo)







Komentar