JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto mengapresiasi terpilihnya SMAN 28 Jakarta sebagai salah satu sekolah yang masuk dalam program Sekolah Garuda. Apresiasi tersebut disampaikan saat kegiatan open house untuk memperkenalkan program Sekolah Garuda kepada siswa, guru, dan orang tua, Sabtu (17/10/2026).
Dalam sambutannya, Brian menjelaskan bahwa program Sekolah Garuda merupakan bagian dari upaya pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk memfasilitasi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi agar mampu menguasai ilmu pengetahuan dan bersaing di tingkat global. “Pemerintah menargetkan pembentukan 100 Sekolah Garuda di seluruh Indonesia,” kata Mendiktisaintek.
Menurut Brian, terpilihnya SMA 28 menjadi salah satu sekolah dalam program tersebut merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi tanggung jawab untuk menjaga kualitas pendidikan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan seluruh pihak sekolah yang telah bekerja keras membangun prestasi SMA 28 hingga berhasil terpilih dalam program tersebut.
Brian menekankan pentingnya membangun karakter siswa yang tangguh, disiplin, dan pantang menyerah dalam mengejar cita-cita. Ia mencontohkan negara-negara seperti China yang memberikan perhatian besar terhadap penguasaan ilmu pengetahuan sejak dini. “Anak-anak yang bekerja keras, yang mengejar cita-cita tanpa kenal lelah, mereka yang akan berhasil,” ujarnya dalam sambutan tersebut.
Ia pun mengajak guru, guru bimbingan konseling (BK), dan orang tua untuk terus memberikan motivasi serta membimbing siswa agar terbiasa menghadapi tantangan dalam proses belajar. Menurutnya, keberhasilan tidak dapat diraih hanya dengan mengandalkan kemudahan, tetapi membutuhkan usaha dan ketekunan.
Selain memperkenalkan Sekolah Garuda, kegiatan open house tersebut juga menjadi sarana untuk mengenalkan peluang lanjutan melalui Beasiswa Garuda. Program beasiswa ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi terkemuka dunia, seperti University of Oxford, University of Cambridge, Massachusetts Institute of Technology (MIT), serta universitas di Korea Selatan, Jepang, dan Australia.
Brian berharap para penerima kesempatan tersebut kelak dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister dan doktor, kemudian kembali ke Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah popularitas media sosial dan tren digital di kalangan generasi muda, penguasaan sains dan teknologi harus tetap menjadi perhatian utama. Karena itu, siswa perlu didorong untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun daya juang.
Brian mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kualitas SMA 28 dan menyebarluaskan informasi mengenai kesempatan pendidikan tersebut kepada siswa SMP di sekitarnya, khususnya mereka yang memiliki minat pada bidang sains dan teknologi.
Melalui program Sekolah Garuda, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, berdaya saing internasional, dan menjadi penggerak kemajuan teknologi bangsa.
Sebelumnya, Ali Mukodas, Kepala bidang SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta saat membuka resmi Open House Sekolah Garuda menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan orang tua dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sekolah Garuda Open House yang menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dalam menyiapkan generasi masa depan.
Ali menyampaikan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan hanya kepada satu sekolah atau institusi. Menurutnya, diperlukan visi yang selaras, perbaikan praktik pembelajaran secara berkelanjutan, serta komitmen dari seluruh pihak agar pendidikan mampu menghasilkan generasi yang berkualitas.
Ia berharap program Sekolah Garuda dapat terus berkembang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang melahirkan talenta-talenta unggul, berintegritas, berwawasan global, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Ali juga menilai bahwa praktik baik yang dibagikan melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran. Dengan demikian, upaya pengembangan pendidikan tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah yang terlibat, tetapi juga mendorong kemajuan pendidikan secara lebih luas.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang dipersiapkan sejak sekarang. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan global.







Komentar