DEPOK – Pokja Ramah Investasi Depok (Pride) mendesak Polres Metro Depok menyelidiki dugaan adanya surat yang mengatasnamakan oknum Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Jatijajar, Tapos terkait proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok.
‘Kami meminta dan mendesak jajara Polres Metro Depok adanya dugaan praktik meminta uang dalam terkait pekerjaan yang menggunakan dana APBD Depok karena jelas mengganggu iklim investasi dan pembangunan yang ada, ” kata Ketua Pride, Kasno, Jumat (10/9).
Dugaan itu terlihat dari surat tulisan tangan dengan kop Kelurahan Jatijajar dan ditanda tangani oknum Ketua LPM setempat tentunya sangat memprihatinkan dan berpotensi seperti praktik premanisme.
Menurut dia, pihak kepolisian perlu segera melakukan klarifikasi dan penyelidikan untuk memastikan kebenaran surat tersebut. sebab, kata dia, perlu dipastikan apakah surat itu benar dikeluarkan oleh pihak yang bersangkutan atau justru dibuat oleh orang lain yang mengatasnamakan LPM.
Dilain sisi lain, ujar Kasno, mengimbau pihak-pihak yang merasa dirugikan atau pernah dimintai uang terkait kegiatan pembangunan untuk tidak takut menyampaikan informasi kepada aparat penegak hukum. “Masyarakat maupun pelaku usaha yang memiliki bukti atau informasi terkait dugaan tersebut agar membuat laporan secara resmi kepada kepolisian, ” katanya.
Jika memang ada pihak yang merasa dirugikan, kami meminta secara terbuka untuk memberikan informasi atau membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian kalau tidak melalui kepolisian, bisa juga menyampaikan informasinya kepada kami, katanya.
Menurutnya, investasi tidak hanya berbentuk proyek berskala besar, tetapi juga mencakup kegiatan usaha kecil, proyek pemerintah maupun swasta, serta sektor pendidikan dan non pendidikan.
“Apapun bentuk investasinya, apakah skala besar maupun kecil, pekerjaan APBD ataupun non-APBD, pendidikan maupun nonpendidikan, semuanya harus mendapatkan rasa aman dan nyaman,” ungkapnya.
“Sekali lagi, kami mendesak Polres Metro Depok untuk segera turun ke lapangan dan menyelidiki surat yang diduga berasal dari oknum LPM Jatijajar tersebut,” katanya.
Sementara itu, Ketua LPM Jatijajar, Usman, saat dihubungin wartawan melalui handphone tidak berhasil. (anton/fs)







Komentar