JAKARTA – PT PLN (Persero) resmi mengikat 147 mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) melalui program Ikatan Kerja 2026. Program ini memberikan jalur yang lebih jelas bagi mahasiswa terpilih untuk bergabung dengan PLN setelah menyelesaikan pendidikan dan memenuhi persyaratan, termasuk standar akademik dan kesehatan.
Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Yusuf Didi Setiarto mengatakan program Ikatan Kerja membuat mahasiswa tidak perlu menjalani proses pencarian kerja seperti lulusan perguruan tinggi pada umumnya. Menurut dia, setelah lulus dan memenuhi ketentuan, peserta dapat langsung memasuki dunia kerja PLN.
“Tidak perlu pulang kampung mencari lowongan kerja, menunggu panggilan, mengirim lamaran. Adik-adik ini langsung duduk, langsung dididik dan langsung bisa mengabdi kepada Republik ini,” ujar Didi di Jakarta, Jumat (5/9/2026). Didi juga menyoroti keuntungan finansial yang menanti peserta setelah menyelesaikan pendidikan.
Didi mengatakan lulusan program Ikatan Kerja akan memperoleh gaji ketika mulai bekerja di PLN. Bahkan, ia menggambarkan momen ketika orang tua menerima penghasilan pertama anak sebagai salah satu manfaat utama program tersebut. “Ini gaji pertama saya, Pak. Tolong terima dan mohon doakan saya untuk sukses bekerja di PLN,” ucapnya sambil bercanda.
Menurutnya, kepastian jalur tersebut menjadi salah satu pembeda program Ikatan Kerja ITPLN. Mahasiswa tetap harus menyelesaikan pendidikan selama empat tahun dengan nilai dan kondisi kesehatan sesuai ketentuan sebelum dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Karena itu, kontrak yang ditandatangani bukan berarti peserta otomatis selesai dengan seluruh kewajiban.
“Tidak mudah masuk ikatan kerja ITPLN. Jika UMPTN atau SMBPTN atau apa namanya itu, satu kali tes, ya sudah. Kalau ITPLN ini, sudahlah disuruh ini itu, seleksi berlapis-lapis, kayak masuk akademi militer. Betul kan? Tersaringlah 150 insan terbaik ini. Selamat ya. Buat orang tua, kami titip. Ini adalah awal, jangan dianggap ini finish. Jadi harus dikawal,” ungkapnya.
Executive Vice President (EVP) Human Talent Development (HTD) PT PLN (Persero) Suparyanto mengatakan program tersebut dirancang untuk menyiapkan calon talenta PLN sejak mereka mulai kuliah. Selain kebutuhan kompetensi, PLN menilai karakter, integritas, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia.
Suparyanto menegaskan mahasiswa Ikatan Kerja tidak cukup hanya mengejar IPK. Mereka dituntut menjadi talenta yang siap menghadapi perubahan sektor energi dan kebutuhan perusahaan. “Tidak cukup hanya penyelenggaraan kultural akademis, bukan hanya karena IPK, tetapi juga karena IPK yang memiliki kekuasaan yang kuat untuk selalu menghadapi kekuasaan,” katanya.
Program Ikatan Kerja ITPLN telah berjalan sejak 2023. Pada tahun pertama terdapat 147 peserta, kemudian 135 peserta pada 2024, 108 peserta pada 2025, dan kembali 147 mahasiswa pada 2026. Peserta dipilih melalui proses seleksi berlapis yang mencakup kemampuan akademik, psikotes, kesehatan, hingga wawancara.
Rektor ITPLN Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., berharap program itu mampu memperkuat posisi ITPLN sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga calon profesional yang relevan dengan kebutuhan PLN. “Dari 4.354 peserta yang mengikuti seleksi, dilakukan penyaringan akademik dan psikotes hingga tersisa 1.537 peserta. Kemudian melalui tahapan kesehatan menjadi 689 peserta, dan setelah proses wawancara tersaring menjadi 258 peserta. Pada akhirnya, 147 talenta terpilih untuk menjadi bagian dari program Ikatan Kerja ini,” tutupnya. (jo)







Komentar