oleh

Khawatirkan Dampak Negatifnya, Warga Kayumanis Kembali Tolak Rencana Pembangunan PSEL Kota Bogor

BOGOR – Rencana Pemerintah Kota Bogor untuk membangun Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL) di kawasan Kayumanis kembali mendapat penolakan dari warga setempat. Penolakan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di RW 11 Sumurwangi Lamping, Kelurahan Kayumanis, pada akhir pekan lalu.

Dalam forum yang dihadiri perwakilan pemerintah dan masyarakat, sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap dampak yang berpotensi muncul apabila proyek tersebut direalisasikan.

Meski pemerintah menjelaskan manfaat PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah modern, warga menilai masih banyak aspek yang perlu dijelaskan secara rinci.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Ezam, menyatakan bahwa warga membutuhkan kepastian yang memiliki dasar hukum terkait dampak lingkungan yang mungkin timbul di masa mendatang.

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya menerima penjelasan dalam bentuk presentasi atau sosialisasi. “Warga menginginkan adanya jaminan tertulis mengenai keamanan lingkungan, termasuk terkait potensi bau dan dampak lainnya yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya dikutip wartawan media ini Sabtu (30/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah poin yang menjadi dasar penolakan mereka terhadap pembangunan PSEL di wilayah Kayumanis.

Pertama, masyarakat mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya penurunan kualitas udara akibat emisi yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah. Warga berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan rinci mengenai teknologi yang akan digunakan serta standar pengendalian emisinya.

Kedua, potensi munculnya bau tidak sedap juga menjadi perhatian utama. Aktivitas keluar masuk kendaraan pengangkut sampah yang diperkirakan berlangsung setiap hari dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman.

Ketiga, warga menilai keberadaan fasilitas pengolahan sampah berpotensi mengubah kondisi lingkungan yang selama ini relatif tenang. Mereka khawatir meningkatnya aktivitas operasional akan berdampak pada kenyamanan masyarakat sekitar.

Selain menyampaikan keberatan, warga juga meminta pemerintah membuka akses informasi secara lebih luas, termasuk terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Mereka berharap masyarakat dapat dilibatkan dalam proses pengawasan dan evaluasi teknologi yang nantinya digunakan dalam proyek tersebut.

Menurut warga, keterbukaan informasi menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap rencana pembangunan yang akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sekitar.

Pemkot Sebut PSEL Solusi Pengelolaan Sampah

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bogor menegaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan salah satu upaya strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat.

Teknologi yang direncanakan digunakan diklaim telah diterapkan di berbagai negara dan dirancang untuk memenuhi standar pengelolaan lingkungan modern.

Pemerintah juga menilai kehadiran PSEL dapat memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi volume sampah yang harus ditangani serta menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Meski demikian, hingga kegiatan sosialisasi berakhir, belum tercapai kesepakatan antara pemerintah dan warga.

Dialog mengenai rencana pembangunan PSEL di Kayumanis diperkirakan masih akan berlanjut seiring proses persiapan proyek yang tengah berjalan. (yopy/in)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *