oleh

Dewan Masjid Indonesia Bagikan Tips Sehat selama Perjalanan Mudik Lebaran

JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idulfitri, jutaan masyarakat Indonesia bersiap melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Agar mudik lebih aman dan nyaman, masyarakat diimbau untuk memperrsiapkan diri sebaik mungkin, tidak hanya kendaraan tetapi juga fisik.

“Persiapan mudik tidak hanya terkait kendaraan dan perjalanan, tetapi juga kondisi kesehatan fisik para pemudik,” ujar Ketua Departemen Kesehatan dan Lingkungan Hidup PP Dewan Masjid Indonesia, Dr. Prasetyo Widhi Buwono kegiatan Seri Webinar Kesehatan Ramadan 1447 H – Seri 5 berjudul “Mitigasi Risiko Metabolik Pasca Ramadan: Kiat Tetap Sehat Selama Mudik Lebaran yang digelar PP HIFDI, Jumat (13/3/2026).

Selain Dr Prasetyo, hadir pula sebagai narasumber dokter spesialis gizi dr Tirta Pawitra Sari, Sp. GK, M.Sc. Tampil sebagai pengantar diskusi Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M. Kes, Ketua Bidang. Kesehatan dan Lingkungan Hidup PP DMI da dr Zaenal Abidin SH, MH, Ketua Pengurus Pusat HIFDI.

Menurutnya, perjalanan jauh saat bulan Ramadan memerlukan kondisi tubuh yang prima. Oleh karena itu, DMI menjalankan program pemeriksaan kesehatan bagi jamaah masjid yang akan mudik. Program tersebut meliputi konsultasi kesehatan, pengecekan tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah, baik bagi jamaah yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi maupun bagi jamaah yang belum memiliki keluhan.

“DMI berupaya menjadikan masjid sebagai tempat yang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga menyejahterakan jamaah agar tetap sehat dan berkah selama menjalani aktivitas, termasuk saat mudik,” ujar Dr. Prasetyo.

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan di masjid, terutama saat kegiatan salat tarawih selama bulan Ramadan. Jamaah dapat berkonsultasi terkait kondisi kesehatan mereka, termasuk bagi yang ingin melakukan skrining untuk mengetahui risiko penyakit seperti diabetes atau hipertensi meskipun tidak memiliki gejala.

Selain itu, DMI juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan kondisi tubuh sebelum melakukan perjalanan. Beberapa hal yang disarankan antara lain menjaga kondisi fisik dengan tidak melewatkan sahur, mengonsumsi makanan sehat, serta menambah suplemen jika diperlukan. Istirahat yang cukup juga penting, mengingat perubahan pola tidur selama Ramadan dapat mengganggu waktu istirahat sebagian orang. Masyarakat juga dianjurkan menghindari begadang dan melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up jika kondisi tubuh terasa kurang fit.

Selama perjalanan mudik, pemudik disarankan membawa perlengkapan P3K karena gangguan kesehatan seperti masuk angin, mabuk perjalanan, dan kelelahan dapat terjadi sewaktu-waktu. Pemudik juga perlu membawa bekal makanan dan minuman yang cukup serta bergizi, dan memastikan asupan cairan terpenuhi saat sahur agar tetap bugar selama perjalanan.

Bagi pengendara, penting untuk beristirahat secara berkala. Pengemudi mobil disarankan beristirahat sekitar 15 menit setelah berkendara selama 3–4 jam, sementara pengendara sepeda motor sebaiknya berhenti setiap dua jam. Pemudik juga diimbau untuk tidak mengonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk, seperti beberapa jenis obat batuk dan flu.

Kebersihan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan selama perjalanan. Masyarakat diingatkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan serta membuang sampah pada tempatnya. Jika mengalami gangguan kesehatan, pemudik dapat memanfaatkan pos kesehatan terdekat yang tersedia di sepanjang jalur mudik.

Dr. Prasetyo menambahkan bahwa beberapa penyakit yang paling sering muncul saat mudik antara lain maag, hipertensi, diare, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hiperglikemia, dan hiperkolesterolemia. Maag biasanya terjadi karena makan terlambat atau mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, dan berlemak. Sementara untuk mencegah diare, masyarakat dianjurkan memastikan makanan yang dikonsumsi benar-benar matang serta memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih.

Bagi jamaah yang telah didiagnosis menderita diabetes atau hipertensi, DMI mengingatkan agar tetap melakukan kontrol rutin ke fasilitas kesehatan tingkat pertama guna menjaga kondisi kesehatan selama menjalani ibadah Ramadan dan perjalanan mudik. (in)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *