DEPOK – Berbagai permasalahan selama beberapa tahun lalu terjadi setelah terpilihnya Wali Kota Depok Supian Suri dan Wawali Depok Chandra Hermansyah periode 2025 – 2030 harus secepatnya ditangani untuk kemajuan masyarakat banyak.
“Ada beberapa persoalan yang harus secepatnya dibenahi Kota Depok memasuki usia 26 tahun terus berkembang pesat untuk masyarakat yang hampir mencapai 2,6 juta jiwa,” kata Anggota DPRD Depok Fraksi PKS, H. Bambang Sutopo, Kamis (24/4/2025).
Tentunya memasuki usia 26 tahun Kota Depok harus memiliki berbagai terobosan penting untuk masyarakat, yang selama ini masih merasakan berbagai kekurangan dan masalah yang semakin menumpuk.
Masalah infrastruktur dan transportasi masih ada wilayah yang belum terjangkau jalan layak atau drainase sehingga harus mendapatkan perhatian. Apalagi masih adanya sejumlah lokasi titik banjir di perumahan masyarakat dan beberapa ruas jalan utama.
Pengelolaan sampah buangan hingga kini menjadi salah satu persoalan, ini juga harus mendapatkan perhatian, melalui beberapa kunjungan ke daerah, kabupaten dan kota di Indonesia yang lebih berhasil menanggani persoalan sampah buangan warga.
“Pengelolaan sampah buangan warga, terutama pemilahan dari rumah dan daur ulang masih harus digalakkan. Perlu penataan ruang konsisten dengan RT dan RW Depok yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Menurut dia, konektifitas antar wilayah perlu terus ditingkatkan termasuk integrasi angkutan umum yang lebih efektif, termasuk menjaga perlindungan terhadap ruang terbuka hijau dan resapan air harus terus ditambah dan ditingkatkan.
Tidak hanya itu kualitas pendidikan dan kesehatan baik masih adanya kekurangan gedung sekolah di setiap kecamatan hingga bangunan Puskesmas, Posyandu, pelayanan Lansia dan lainnya sangat penting dilakukan.
Terkait masalah UMKM sebagai salah satu penunjang ekonomi masyarakat juga perlu ditangani dengan baik mulai permodalan, dugitalisasi dan pemasaran agar mampu mandiri.
“Sedangkan pelayanan publik atau reformasi birokrasi harus dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan trasparan agar kesejahteraan sosial dan ketahanan keluarga di Kota Depok dapat tercapai,” kata Bambang.
Selain itu, untuk angka kekerasan dalam rumah tangga dan permasalahan remaja (pernikahan dini, kenakalan) masih perlu perhatian, imbuhnya yang berharap penguatan program keluarga sakinah, pembinaan remaja masjid, dan parenting islami sangat relevan dengan kultur Depok. (anton)







Komentar