oleh

Sekitar 800 Mahasiswa di Jawa Timur Mengikuti Kegiatan Literasi Digital

POSKOTA.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) bersama dengan Politeknik Negeri Jember (POLIJE) gelar kegiatan Literasi Digital bagi mahasiswa Generasi Z di lingkungan Perguruan Tinggi Provinsi Jawa Timur Tahun 2023 secara hybrid pada Senin (10/4/2023). Kegiatan yang berlangsung di Aula Soetrisno Widjaja, Politeknik Negeri Jember tersebut dihadiri sekitar 800 peserta secara luring dan daring.

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas literasi digital mahasiswa generasi z agar mampu menggunakan media sosial secara positif, produktif, dan bermanfaat dengan mengedepankan etika dan moral.

Wakil Direktur 3 Politeknik Negeri Jember, Wahyu Kurnia Dewanto saat membuka acara menyampaikan bahwa literasi digital merupakan kecakapan yang perlu dimiliki seluruh masyarakat dalam menghadapi arus informasi yang semakin deras. “Kecakapan digital sangat penting untuk kita dalam mencari dan menemukan informasi yang tepat,” tegasnya.

Wahyu juga mengapresiasi kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan Politeknik Negeri Jember yang telah berjalan sejak tahun 2018 dengan program terdahulu yaitu Digital Talent Scholarship (DTS) dan Vocational School Graduate Academy (VSGA).

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo RI, Bonifasius Wahyu Pudjianto, dalam sambutan sekaligus pembukaan acara menjelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah setiap aspek kehidupan masyarakat. Pemerintah bertanggung jawab untuk memfasilitasi adaptasi tersebut salah satunya dengan program literasi digital.

“Literasi digital merupakan kecakapan yg perlu dimiliki seluruh masyarakat. Kecakapan ini diharapkan dapat menghantar masyarakat menjadi masyarakat yang beretika, berbudaya, aman dan tentram dalam memanfaatkan teknologi informasi,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital mahasiswa dalam menghadapi arus informasi yang semakin kompleks. “Mahasiswa ditantang untuk memahami ilmu pengetahuan dan membangun usaha bisnis. Targetnya, ketika anda lulus bukan hanya mencari kerja tetapi juga menciptakan lapangan kerja,” ujar Bonifasius.

Literasi digital menjadi hal yang semakin penting dalam era digital seperti sekarang ini. Hal tersebut disampaikan oleh Co-Founder dan Kepala Sekolah “Sekolah Perempuan Jember”, Wiwin Riza Kurnia saat mengisi materi di sesi pertama. Menurut Wiwin, kegiatan literasi digital tidak hanya sebatas membuat konten yang berhubungan dengan hobi dan penggunaan internet, tetapi juga memahami etika bermedia sosial atau berinternet.

“Ada enam etika bermedia sosial atau berinternet yang perlu dipahami, yaitu bertanggung jawab untuk setiap konten yang diakses maupun diunggah di Internet, menghargai orang lain, menghindari ujaran kebencian, menghindari pembajakan, menghindari plagiarisme, menjaga privasi, dan berpikir kritis,” jelas Wiwin.

Wiwin juga menjelaskan prinsip etika bermedia digital yang perlu dipahami, yaitu kesadaran, integritas, tanggung jawab, dan kebajikan. Selain itu, Wiwin mengajak peserta yang hadir untuk terus produktif di media sosial karena produktivitas akan menghasilkan keuntungan-keuntungan tersendiri. “Keuntungan menjadi produktif di medsos adalah memperluas relasi, menambah ilmu, self branding, dan menambah sumber pemasukan. Tantangannya adalah bagaimana kita mengubah budaya konsumtif menjadi produktif,” tambah Wiwin.

Chief Operation Officer (COO) Abersoft Technologies, Cong Fandi pada sesi kedua dengan materi Personal Branding menjelaskan pentingnya personal branding dalam dunia marketing, yakni membantu diri kita lebih mencolok dibanding yang lain, mengarahkan kepada peluang, dan audience akan lebih percaya dengan apa yang kita lakukan.

Cong Fandi menekankan bahwa personal branding bukanlah hal yang mudah, namun dengan kerja keras dan konsistensi, setiap orang dapat membangun personal branding yang kuat dan menguntungkan,

Pemateri terakhir, Ketua Tim Startup Digital Kemenkominfo RI, Sonny Sudaryana mengatakan dalam paparannya bahwa Indonesia adalah negara yang sangat besar dengan 746 cara untuk menyapa di dalamnya dan keberagaman yang sangat terlihat. Sekitar 77% penduduk Indonesia sudah terkoneksi ke internet merupakan pasar yang sangat besar di bidang teknologi.

Sonny menjelaskan adopsi teknologi di Indonesia sangat cepat, namun pemanfaatannya masih belum maksimal. Pemerintah terus berupaya dalam pembangunan infrastruktur seperti pengembangan jaringan fiber optic, pembangunan BTS 4G, dan peluncuran satelit untuk menghubungkan Indonesia dengan dunia yang menjadi hal penting terutama untuk digital economy dan pengembangan talenta digital.

“Perubahan hidup kita itu dimulai sejak kemunculan 4G. Hal itu membuat tumbuhnya demand inovasi teknologi baru dan lahirlah gojek dan sebagainya. Setelah itu terjadilah demand yang tinggi akan talenta digital agar inovasi tersebut bisa berjalan,” ujar Sonny.

Sonny juga menyoroti dampak positif pandemi COVID-19 terhadap percepatan pertumbuhan internet di Indonesia yang lebih cepat 6 tahun dari perkiraan. Oleh karena itu, pemerintah memfokuskan pada pembangunan talenta digital di Indonesia, dalam hal ini Kemenkominfo memiliki program digital di tiga tingkatan, yaitu Basic Level ,Intermediate Level, dan Advanced Level

Sonny berpesan kepada mahasiswa bahwa, teknologi digital itu sangat bermanfaat sehingga harus dimanfaatkan dengan baik. “Internet ini ga hanya menghubungkan antar kota di Indonesia, tetapi juga ke seluruh dunia. Internet membuka banyak kesempatan, kalian mau belajar apa aja tersedia di Internet asalkan mau,” tutupnya.

Sebagai informasi, kegiatan literasi digital bagi mahasiswa generasi Z juga diselenggarakan mulai tanggal 10-13 April 2023 secara hybrid dengan total target sebanyak 4000 peserta di Perguruan Tinggi lainnya di wilayah Jawa Timur yaitu POLIJE Kampus 2 Bondowoso, POLIJE Kampus 3 Nganjuk, POLIJE Kampus 4 Sidoarjo, Universitas Jember, Universitas Islam Negeri K.H. Achmad Siddiq Jember, Universitas Islam Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jember, Universitas Bondowoso, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk, dan STKIP PGRI Nganjuk.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *