JAKARTA -Para pelajar SMA dan SMK di Jakarta Barat (Jakbar) diberikan pemahaman tentang Literasi Digital Jakarta Solid (Sadar Olah Literasi Digital) dengan tema “Swipe Right On Your Future: Get Tour Dream Job in The Digital Era”.
Kegiatan diikuti 80 pelajar SMA dan SMK yang dilaksanakan di kantor Wali Kota Jakarta Barat dan dan dibuka Kepala Sudin Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik), Andrie Yuswanto, kemarin. Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar dapat mengembangkan keterampilan dengan memanfaatkan perkembangan dunia digital untuk mencari pekerjaan yang sesuai.
Kepala Sudin Kominfotik Jakarta Barat, Andrie Yuswanto mengatakan, berdasarkan data dari sebuah agensi pemasaran digital global yang fokus pada media sosial dan konten kreatif, pada bulan Januari 2025 menunjukkan potret digital yang dinamis dan terus berkembang. Fenomena yang menarik dari perkembangan tersebut terjadi pada ranah konektivitas seluler.
“Jumlah koneksi aktif mencapai 356 juta, melampaui total populasi di Indonesia dan setara dengan 125% dibanding total populasi. Angka ini mengindikasikan banyak individu memiliki lebih dari 1 koneksi seluler. Namun ditengah tingginya penggunaan internet di Indonesia, indeks literasi digital Indonesia baru mencapai skor 3,78 dari skala 1 sampai 5 pada tahun 2024 atau level sedang,” katanya.
Tapi di sisi lainnya, Andri menyoroti adanya kondisi yang menantang dalam dunia kerja saat ini, diantaranya ketidakseimbangan antara jumlah angkatan kerja dengan ketersediaan lapangan kerja, kualitas tenaga kerja yang belum sesuai dengan kebutuhan industri dan kondisi ekonomi yang menantang,
“Melihat kondisi itu, kami terpanggil untuk membantu dalam meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat, terutama para pelajar atau alumni SMA/K agar memanfaatkan perkembangan dunia digital untuk mengembangkan keterampilan dan mencari pekerjaan yang sesuai,” jelasnya.
Melalui kegiatan Jakarta Solid, Andrie mengajak para pelajar untuk meningkatkan kecakapan digital, memahami dan manfaatkan platform siap kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, serta mendengarkan langsung dari para pelaku dan ahli.
Ia berharap kegiatan ini tak hanya sekedar memberikan informasi tapi juga membangkitkan semangat dan kepercayaan diri pada pelajar untuk menyongsong masa depan. Dunia digital tidak menuntut sekadar cakap teknologi, tapi juga cakap bersikap, memilih peluang dan mengambil keputusan.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakbar, Siti Nurbaiti mengatakan bahwa angka pengangguran tahun 2024 di wilayah Jakarta Barat berjumlah 76 ribu orang. Jumlah itu diperkirakan meningkat pada tahun 2025. PPKD memiliki 15 kejuruan yang mempunya visi yakni lembaga pelatihan kerja terdepan yang menginspirasi dan menciptakan calon tenaga kerja yang berkompeten adaktif, dan berdaya saing global.
“Peran PPKD Jakbar disini memberikan pelatihan keterampilan untuk warga Jakarta yang sedang mencari kerja. Pada 2025, kami menargetkan sebanyak 1210 peserta yang mengikuti pelatiahan kerja dengan 16 kejuruan. 9 kejuruan diantaranya, kami melaksanakan pelatihan jemput bola pada masing-masing kelurahan di Jakarta Barat,” ujarnya.(*/ta)







Komentar