oleh

Tidak Dilibatkan Rencana Ciptakan Wisata Kota Tua, Kaoem 12 Marga Depok Lama Kecewa

POSKOTA. CO – Rencana pemerintah Kota (Pemkot) Depok menciptakan wilayah Depok Lama dan sekitarnya menjadi kawasan wisata Kota Tua di Kota Depok tanpa melibatkan perwakilan warga Depok Lama keturunan yang sampai saat ini masih bertempat tinggal dan masih hidup walaupun  sudah keturunan ke sepuluh atau berapa.

“Kami dari keturunan Kaoem 12 Marga sejak jaman penjajahan Belanda walaupun sudah memasuki keturunan ke sembilan  atau ke sepuluh kami masi ada dan hidup di Depok walaupun sudah berubah menjadi Kota Depok sekarang, ” kata Ketua Bidang Sejarah  YLCC Depok, Ferdy Johanthan.

Hal ini dikatakannya terkait adanya kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia Mr. Lambert Grijns didampingi Direktur Erasmus Huis, Yolande Melsert,  Dekan FKUI, Hendrik DS Budiono, Kepala Disporyata Depok Dadan Rustandi dan lainnya saat meninjau sejumlah rumah tua peninggalan Belanda dan lapangan sepak bola Kamboja, Depok Lama, Kamis (11/11/21).

Kegiatan atau rencana program Pemkot Depok khususnya wilayah Depok Lama menjadi Kota Tua sangat didukung namun disayangkan dan kecewa pengurus maupun anggota YLCC Depok yang ada sama sekali tidak dilibatkan malah terkesan pilih pilih karena ada permainan politik.

Menurut dia, sangat disayangkan jika kami yang tau masalah di lapangan setiap saat tidak dilibatkan atau diajak urun rembuk maupun bicara terkait rencana tersebut.

“Silahkan Pemkot Depok punya program Kota Tua tapi kami harusnya ikut diajak bicara karena masalah penanganan lapangan sepak bola maupun kuburan atau TPU Kamboja YLCC ikut menanggani  bukan Pemkot Depok,” katanya kecewa karena sama sekali tidak diundang atau mengetahui kedatangan Duta Besar Belanda untuk Indonesia dan para pakar FTUI melihat kawasan Depok Lama.

Lebih kecewa lagi adanya rencana lapangan sepak bola yang selama ini dipergunakan masyarakat banyak dirubah menjadi lapangan mini soccer yang ditolak warga beberapa waktu lalu, imbuhnya.

“Kami yakin Pemkot Depok memiliki program terbaik karena rencana tersebut sudah cukup lama direncanakan menjadi kawasan Depok Lama menjadi Kota Tua karena masih banyaknya bangunan peninggalan dari jaman Belanda termasuk penghuninya masih banyak memiliki 12 Marga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Diporyata Kota Depok, Dadan Rustandi kepada wartawan, mengatakan kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia Mr. Lambert Grijns didampingi Direktur Erasmus Huis, Yolande Melsert dan sejumlah pakar dari Fakultas Teknik UI Depok baru sebatas melihat dan ingin tahu rencana Depok Lama menjadi Kota Tua sebagai salah satu kawasan wisata di masa mendatang.

“Masih perlu melakukan sosialisasi ke warga Depok, menata dan merencanakan lebih matang agar semua program tersebut berjalan dengan sebaik-baiknya termasuk melibatkan YLCC Depok,” ucapnya tanpa merinci berapa anggaran dan rencana itu dilakukan. (anton/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *