oleh

SETIAP HARI DUA ORANG MENINGGAL KECELAKAAN DI JAKARTA

Kemacetan tak pernah terjawab
Kemacetan tak pernah terjawab

POSKOTA.CO – Berbagai cara dilakukan Pemda DKI untuk melakukan perbaikan dan kelancaran arus lalulintas, sebab data Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya 19-20 pengguna sepeda motor mengalami kecelakaan lalu lintas di DKI Jakarta setiap hari dan dua di antaranya meninggal dunia.

Karena itu, Polda Metro Jaya termasuk Ditlantas mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam memberlakukan pembatasan pengguna sepeda motor di jalan protokol.

“Polda sangat menyetujui pemberlakuan pembatasan ini sebelum ERP (tilang elektronik) diberlakukan. Kalau Jakarta pasang kamera raksasa, itu setiap hari ada 19-20 orang mengalami kecelakaan, dua di antaranya meninggal dunia,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono, dalam Sosialisasi Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor di Jakarta, Selasa (25/11/2014).

Menurutnya, kecelakaan lalu lintas tersebut tidak terlepas dari perilaku pengguna sepeda motor yang tidak taat aturan. Bahkan setiap harinya, Ditlantas Polda Metro Jaya mengeluarkan puluhan ribu surat tilang.

“Bagaimana tidak ditilang, sudah masuk jalur busway, dia lawan arah. Jalur sepeda diserobot, jalur pejalan kaki juga. Pelanggaran-pelanggaran ini yang memicu kecelakaan,” kata Hindarsono.

Hindarsono berpendapat, pemerintah sebenarnya sudah sering mengeluarkan kebijakan dalam hal pembatasan kendaraan. Namun, kenyataannya tidak semua pengguna jalan taat aturan.

Sebelum kebijakan pembatasan sepeda motor, pemerintah juga memberlakukan aturan three in one dan tilang elektronik sebagai variasi teknik pembatasan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *