“Jangan ulangi lagi kelakuan seperti dulu, harus gunakan aspal kelas satu, sehingga jalan tidak cepat rusak. Bila masih berani nakal, tentu saja akan ada sanksi bagi pimpinan unitnya,” tegas Ahok Wakil Gubernur.
Diingatkan, pengawasan pelaksanaan perbaikan jalan rusak harus lebih ketat. “Bila mutunya buruk maka rekanan besangkutan tidak usah dibayar,” tandasnya
Akibat banjir, ratusan ribu meter persegi jalan rusak dan berlubang. Akibatnya, sudah banyak pengendara yang mengalami kecelakaan.
Kasie Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Sudin Pekerjaan Umum (PU) Jalan Jakarta Timur, Ahmad Yazied, mengatakan dari seluruh ruas jalan rusak tersebut, saat ini sudah 40 persen diperbaiki.
Namun, itu juga tergantung pada cuaca ibukota. Jika diguyur hujan deras dan terjadi banjir maupun genangan maka pengerjaan bisa tertunda lagi.
Kepala Dinas PU Manggas Rudi Siahaan mengaku siap dicopot bila pekerjaan jalan rusak menggunakan aspal jelek. “Ya, saya siap. Yang jelas perbaikan jalan menggunakan aspal terbaik,” ucapnya. (djoko)
Komentar