oleh

PEMBUNUH GURU TERNYATA PELAJAR, MOTIF PERAMPOKAN

saeorang pelaku pembunuh ist.
saeorang pelaku pembunuh ist.

POSKOTA.CO – Pelaku pembunuhan guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Banjarmasin akhirnya terungkap, ternyata seorang pelajar SMAN 8 Banjarmasin, setelah yang bersangkutan ditangkap polisi.

“Pelaku tertangkap berkat informasi masyarakat dan penyelidikan di lapangan, saat ditangkap pelaku masih menggunakan seragam SMA,” kata Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Wahyono SIK melalui Kasat Reskrim Kompol Wildan Albert SIK di Banjarmasin, Sabtu.

Ia mengatakan, pelaku yang diketahui berinsial MP (17) warga Jalan PM Noor Banjarmasin Barat berstatus pelajar SMAN 8 Banjarmasin Kelas 2 itu ditangkap pada Sabtu (7/2) sore sekitar pukul 17.00 Wita di Jalan Pelambuan tepatnya di depan kantor kecamatan Banjarmasin Barat.

Bukan itu saja, MP pada saat ditangkap baru pulang sekolah dan sedang mengendarai sepeda motor milik korban jenis CBR warna merah yang diambilnya usai membunuh guru yang diketahui bernama Drs Ambiya Rahman (49) pada Selasa (3/2) malam.

Usai menangkap pelaku yang juga seorang pelajar itu polisi langsung membawanya ke Polresta Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan atas perbuatan pidana yang ia lakukan.

Polisi juga berhasil penyita barang bukti milik korban yang diambil pelaku berupa sepeda motor CBR warna merah dan Handphone genggam milik korban.

“Saat ini MP sudah kami periksa dan akan dilakukan penahanan karena ia telah mengakui perbuatannya membunuh korban dengan motif kesal terhadap korban,” tutur pria lulus Akpol angkatan 2002 itu.

Wildan terus mengatakan, atas perbuatannya polisi menjerat pelaku dengan pasal 338 jo 365 KUHP dengan ancaman hukum 15 tahun penjara.

Selain itu, polisi juga menangkap adik pelaku yang diketahui berinisial WB (14), karena turut serta mengambil barang milik korban usai pelaku yang juga kakaknya menghabisi nyawa korban.

Terus dikatakan, karena adik korban ikut turut serta dalam kejahatan maka polisi juga menetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 55 dan pasal 56 KUHP.

Sementara itu pelaku MP mengatakan, dirinya kesel terhadap korban karena korban bernama Abiya sudah melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya.

“Saya telah dilecehkan oleh korban dan pada saat itu ada tali lalu saya ambil kemudian saya bunuh korban dengan mengikat tali itu ke lehernya,” tuturnya saat di ruang penyidik kepolisian.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *