oleh

ODDSIDER, TAS ASAL BANDUNG YANG MULAI MENCURI PERHATIAN (Bagian 2)

od aPOSKOTA.CO – Merek Oddsider kalau diucapkan memang sering dikira Outsider, padahal pengertiannya berbeda. Arti Oddsider itu sendiri menurut Pieter sesuatu yang aneh atau unik. Karena itu tas buatan Oddsider harus berbeda dengan yang lain. Tidak biasa.

“Namun bukan dalam pengertian aneh, lalu orang tak mau membelinya. Aneh, unik, lain dari yang lain tapi memikat sehingga orang ingin memilikinya,” jelas Pieter. Sebagaimana diketahui, di pasar sekarang banyak beredar tas-tas aneh, misalnya tas yang punggungnya diberi aksen ujung-ujung tombak, seolah siap menusuk bagi orang yang mendekatinya.

Selama ini yang pesan kepada Oddsider kebanyakan melalui email (oddsiderpassion@gmail.com atau pieterngui@gmail.com ).Biasanya pemesan menyertakan sketsa bentuk tas atau foto tas yang sudah jadi, dengan modifikasi tertentu. Dengan beberapa kali chat sudah dapat diketahui kemauan pemesan.

“Kami banyak menerima pesanan via email. Kalau pemesan di Bandung, dan meminta saya datang untuk menerima penjelasan tas yang dipesan, bisa saja, telpon dulu ke 081394047220 atau 082117841103. Pasti kalau dengan perjanjian saya bersedia datang,” tags Pieter.

Meski yang diproduk oleh Oddsider selama ini banyak berbahan kain, namun tidak menampik jika ada yang memesan dengan berbagai bahan kulit atau bahan lainnya. “Tergantung permintaan saja. Selama ini banyak juga kok yang memesan dengan bahan kulit, namun sebelumnya saya berikan wawasan atau advis.” Sambung Pieter, “Contohnya, baru-baru ini ada yang memesan tas kulit dengan sablon logo Union Jack.

Saya bilang, kalau semua permukaan tas tertutup sablon Union Jack buat apa bahannya dari kulit? Nanti aksen atau sensasi kulitnya tak nampak karena semua disablon, percuma saja. Akhirnya ia mengikuti advis saya dan membuat dari bahan non-kulit yang tentunya lebih rendah cost-nya.”

“Ada juga yang pesan tas yang mengharuskan ada topangan besi didalamnya, kami bisa mengerjakan dengan baik, dan pemesannya puas. Kalau kami memang harus bekerja dengan ahli besi atau tukang las, akan kami lakukan. Yang penting buat kami konsumen puas, itu merupakan laba yang tak bisa dihargai berapapun.”od2 aa

“Lain lagi pengalaman saya yang ini, ada juga yang memesan tas dengan membawa bahan dari karung terigu, ia minta bagaimana bahan yang selama ini banyak tergeletak di pasar tradisional itu bisa menjadi tas bergengsi. Akhirnya saya kreatifkan demikian rupa dan pemesannya puas, ” kenang Pieter.

Soal harga pemesanan, menurutnya harus dilihat meterinya dulu, dan tingkat kesulitan. Tapi yang selama ini ada seputar Rp.350 ribu hingga Rp. 400 ribu. “Harga dibayar dengan kepuasan,” tandas Pieter.

Ketika ditanya pendapatnya tentang adanya tas-tas yang harganya mencapai puluhan miliar dengan mereka tertentu. Pieter menjawab, itu disebabkan oleh brand tas yang bersangkutan. “Disamping memang brandnya sudah sangat dikenal diseluruh dunia, juga kualitas dan inovasi serta gimmick yang ada didalam tas tersebut. Kalau sudah punya brand yang bisa dibanggakan memang mudah membuat orang tertarik,” jelas Pieter. (dann Julian/Habis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *