
POSKOTA.CO – Petugas kepolisian mengaku kesulitan mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan antara truk crane dengan kereta api inspeksi di Perlintasan Kereta Api Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Kepala Kepolisian Sektor Buduran Sidoarjo Komisaris Polisi Hendy Kurniawan, Kamis, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pabrik yang memliki alat berat untuk membantu proses evakuasi tersebut.
“Sebelumnya, kami meminta bantuan salah satu perusahaan di Taman Sidoarjo, tetapi hasilnya masih belum dan kami masih menunggu alat lain untuk membantu proses evakuasi ini,” katanya.
Ia mengatakan, saat ini korban yang mengalami luka dan meninggal dunia juga sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Kami saat ini masih terus berusaha supaya proses evakuasi ini bisa segera diselesaikan dan arus lalu lintas bisa lancar kembali,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya juga masih belum menentukan siapa tersangka pada kejadian ini karena masih berkonsentrasi untuk melakukan evakuasi.
“Namun kami tetap memintai keterangan kepada sejumlah orang saksi yang meilihat kejadian ini untuk mengetahui kronologi terjadinya kecelakaan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sidoarjo Ajun Komisaris Polisi Tomy Ferdian mengatakan, saat ini pihaknya akan mengalihkan arus lalu lintas yang ada di lokasi tersebut.
“Arus untuk sementara kami buat dengan sistem buka tutup dan kami alihkan ke beberapa lokasi yang ada di sekitar supaya tidak terjadi kemacetan,” katanya.
Sebelumnya, sekitar pukul 00.30 WIB terjadi kecelakaan antara truk crane dengan kereta api inspeksi di perlintasan kereta api Buduran Sidoarjo.







Komentar