oleh

TIM BASKET AMERIKA KALAHKAN TIM MAKASSAR

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Tim Basket dari Amerika Serikat menjadi juara setelah mengalahkan tim Sahabat Makassar dengan skor telak 100-35 pada babak final Turnamen Academy Basketball Makassar (ABM) di GOR Sudiang Makassar, Rabu malam.

Keberhasilan tim basket yang merupakan gabungan pelatih dan pemain dari International Basketball Training Academy (IBTA) AS tersebut sekaligus membuktikan perbedaan kualitas yang cukup jauh dengan para pemain Makassar atau Sulsel.

Anggota tim basket dari Amerika yang tampil dalam turnamen itu di antaranya Steve, Troy, Nick, Luke, termasuk Mark Muller dari IBTA AS.

Panitia Turnamen ABM, M Jamin, mengatakan kemampuan para pemain asal Amerika itu memang masih sulit ditandingi oleh para pemain Makassar. Namun pihaknya tetap bersyukur karena bisa memberikan tontotan menarik bagi masyarakat.

“Tim IBTA Amerika sejak awal pertandingan memang berjanji bermain serius saat menghadapi pemain Makassar. Ini tentu menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran bagi atlet kita ke depan,” katanya.

Selain pertandingan final, kejuaraan ABM juga menggelar pertandingan ekshibisi antarapemain veteran all star menghadapi Flying Wheel yang berhasil dimenangkan tim all star denga skor tipis 59-58.

Pelaksanaan turnamen Academy Basketball Makassar (ABM) merupakan bagian promosi dan perkenalan keberadaan akademi basket pertama yang ada di Makassar.

Lahirnya ABM merupakan bentuk keprihatinan terhadap prestasi cabang olahraga basket di Sulsel yang masih sulit bersaing dengan wakil dari Pulau jawa di sejumlah ajang nasional.

“Kami berharap dengan kehadiran ABM membuat olahraga basket Sulsel bisa lebih bersaing. ABM akan fokus membina para atlet usia dini mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) sehingga terbiasa dan mengenal olahraga basket dengan baik,” katanya.

Para pelatih dan pemain IBTA ini bukan hanya tampil di turnamen namun sekaligus memberikan coaching clinic bagi masyarakat Sulsel.

“Para pelatih ini juga telah memberikan pelatihan bagi anak-anak di beberapa daerah di Sulsel. Kami sengaja mendatangkan para pemain dari IBTA karena dedikasi mereka dalam mencetak pemain profesional di Amerika,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *