oleh

KAPOLDA METRO MINTA PENGAMANAN DEMO TANPA SENPI

unggungPOSKOTA.CO – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya menyatakan polisi dalam mengawal ataupun mengamankan demontrasi jangan pernah menggunakan senjata api.

“Tidak ada kekerasan dalam melayani demontrasi, apalagi sampai menggunakan senjata api saat melakukan pengawalan demo tersebut,” Kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Unggung Cahyono di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan dalam mengamankan aksi demontrasi, polisi sudah ada protapnya untuk mengetahui mana itu aksi damai dan mana itu demontrasi anarkis.

Polisi tidak menginginkan demontrasi dengan anarkis, sehingga selalu diingatkan kepada para demontran untuk berorasi menyampaikan inspirasi dengan jalan damai atau bermusyawarah.

“Kami juga akan menangani aksi demontrasi yang sifatnya anarkis, dan polisi sudah memilik protap bagaimana penanganan demontrasi dengan cara anarkis,” tuturnya.

Dikatakanya, penanganan demontrasi anarkis sesuai dengan petunjuk protap boleh digunakan apabila itu sudah membahayakan masyarakat dan jiwa polisi itu sendiri.

Protap yang digunakan dalam penanganan demontrasi anarkis pertama kali harus menggunakan peluru hampa, kedua menggunakan peluru karet dan ketiga menggunakan peluru tajam.

Untuk penggunaan peluru tajam, polisi juga mempunyai teknik sendiri yaitu hanya bersifat melumpuhkan, dan ditembakan dari bagian pinggul ke bawah tidak mematikan.

“Kami tidak menginginkan adanya demontrasi anarkis yang bisa merugikan semua pihak, dan saya ingatkan sekali lagi agar dalam demontrasi berjalanlan sesuai aturan dan selalu mengutamakan jalan untuk bermusyawarah,” ucapnya, di sela-sela acara silahturahmi tiga pilar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *