oleh

Hadirkan Kembali Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah, Anlene Lanjutkan 20 Tahun Kampanye #AktifTanpaBatas

JAKARTA – Menyusul kesuksesannya di tiga kota besar di Indonesia pada tahun 2025 lalu, Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah kembali digelar di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Minggu (1/11/2026). Acara ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Osteoporosis Sedunia 2026 sebagai bagian dari kampanye Anlene #AktifTanpaBatas, yang menandai lebih dari 20 tahun aksi nyata dalam memerangi ancaman osteoporosis.

Dalam perhelatan ini, Anlene menggandeng Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PB PEROSI) untuk terus memperluas edukasi pencegahan osteoporosis serta mengajak masyarakat membangun kebiasaan aktif sebagai bagian dari gaya hidup sehat demi mendukung mobilitas, kemandirian, dan kualitas hidup jangka panjang.

Selain Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah, Anlene juga memperkenalkan kategori OsteoRun 5K guna memberikan pilihan bagi peserta yang gemar berlari. Para pengunjung disuguhkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari pemeriksaan kepadatan tulang gratis, sesi edukasi kesehatan tulang, sendi, dan otot, hingga senam penuh energi bertajuk “Osteorobic”.

Tak hanya itu, rangkaian kegiatan Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun 5K ini juga diselenggarakan secara virtual mulai 1 hingga 8 November 2026 untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat di berbagai penjuru Indonesia yang ingin turut serta dalam gerakan ini.

Osteoporosis merupakan kondisi yang ditandai dengan penurunan kepadatan serta kualitas massa tulang, yang menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh dan rentan mengalami patah tulang. Kondisi ini sering kali dijuluki sebagai ‘silent disease’ karena terjadi secara bertahap tanpa gejala yang jelas dan umumnya baru terdeteksi setelah penderita mengalami cedera atau patah tulang.1

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menyampaikan, kesehatan tulang seharusnya menjadi prioritas bagi seluruh lapisan masyarakat di berbagai tingkatan usia, bukan hanya kaum lanjut usia. Karena itu pencegahan osteoporosis harus dimulai sejak usia muda melalui penerapan gaya hidup sehat, termasuk aktivitas fisik teratur dan asupan nutrisi yang tepat.

“Kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, serta pihak swasta seperti Anlene sangat diperlukan untuk memperluas jangkauan edukasi, sehingga makin banyak masyarakat yang dapat menjaga kesehatan tulang mereka serta tetap aktif dan mandiri seumur hidup,” terangnya.

Edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak usia muda menjadi semakin krusial, terlebih mengingat hasil riset Anlene Bone Scan pada 2024–2025 yang menunjukkan bahwa kelompok Gen X (usia 45–60 tahun) memiliki risiko kehilangan massa tulang hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan Generasi Milenial (usia 29–44 tahun), serta 2,7 kali lipat lebih tinggi dibandingkan Gen Z (usia 28 tahun ke bawah). Bahkan di Jakarta, lebih dari 60% masyarakatnya masih berada dalam risiko osteoporosis. Riset ini juga mengungkapkan bahwa individu yang kurang aktif berjalan kaki secara teratur berisiko 1,4 kali lebih tinggi terkena osteoporosis dibandingkan dengan mereka yang aktif bergerak.

Drs. H. Andri Yansyah, M.H., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, menambahkan, aktivitas fisik perlu menjadi kebiasaan sehari-hari, kesehatan dimulai sejak usia dini agar konsisten terbawa hingga usia lanjut. Berjalan kaki, berolahraga bersama, serta berpartisipasi dalam ajang olahraga komunitas merupakan langkah sederhana untuk membangun gaya hidup aktif.

“Kami mengapresiasi gelaran Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun 5K yang rutin diselenggarakan sebagai upaya menumbuhkan kebiasaan aktif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR, M.S(K), FIPM(USG), Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), menyampaikan, osteoporosis sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, aktivitas fisik yang teratur juga harus didukung dengan asupan nutrisi seimbang, termasuk kalsium, vitamin D, protein, serta nutrisi pendukung kesehatan tulang lainnya.

“Masyarakat juga diimbau untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna menentukan kebutuhan skrining yang sesuai dengan faktor risiko masing-masing,” katanya.

Kampanye #AktifTanpaBatas selaras dengan perjalanan panjang Anlene sejak tahun 2002 bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan PB PEROSI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat secara berkelanjutan akan pentingnya pencegahan osteoporosis melalui edukasi kesehatan tulang serta dorongan untuk menjalani gaya hidup aktif. Kampanye #AktifTanpaBatas ini sekaligus mempresentasikan inisiatif Anlene sebagai bagian dari Lactalis, yang diwujudkan melalui strategi bisnis yang memadukan kapabilitas global dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan serta karakter pasar lokal.

Di tempat yang sama, Alban Damour, General Manager Lactalis Asia Oceania & Africa (LAOA), menambahkan, melalui penerapan model bisnis multilocal, pihaknya percaya bahwa memperkuat merek lokal dengan menjaga nilai dan kepercayaan yang telah dibangun bersama konsumen adalah kunci pertumbuhan berkelanjutan.

“Sebagai aset strategis dan local jewel, Anlene menjadi wujud nyata bagaimana merek yang telah dikenal luas oleh publik dapat terus berkembang berkat dukungan keahlian global serta inovasi dari Lactalis, sekaligus berkontribusi mendampingi masyarakat Indonesia untuk tetap aktif bergerak dan menjaga kesehatan tulang di setiap tahapan usia,” ujarnya.

Selama lebih dari dua dekade, Anlne, kata Yauwanan Wigneswaran, President Director Lactalis Indonesia, secara konsisten mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot. “Melalui semangat kampanye #AktifTanpaBatas, kami ingin menegaskan kembali bahwa menjaga kesehatan tulang bukanlah hal yang baru dipikirkan saat memasuki usia lanjut, melainkan sebuah investasi kesehatan yang harus dilakukan sepanjang hidup,” katanya.

Hasil riset Anlene Bone Scan 2024–2025 mengingatkan bahwa risiko osteoporosis memerlukan perhatian serius, termasuk di kalangan usia produktif. Lewat ajang Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah, OsteoRun 5K, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya, pihaknya mengajak masyarakat untuk mengawali gaya hidup aktif melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten, mulai dari rutin berjalan kaki, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, hingga memenuhi asupan nutrisi seimbang, termasuk rutin mengonsumsi dua gelas susu Anlene setiap hari.

Dengan membangun kebiasaan ini sejak usia muda, masyarakat diharapkan dapat terus aktif bergerak, menjaga kemandirian, dan menjalani hidup yang berkualitas tanpa terhalang batasan usia. (in)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *