POSKOTA.CO – Indonesia Police Watch (IPW) menilai bahwa pembunuhan terhadap anggota Brimob Bharada Rizki Dwi Wicaksono yang terjadi di halte Universitas Indonesia (UI), Depok dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlatih.
“Aksi pembunuhan itu dilakukan dengan sangat terencana maka kemungkinan besar dilakukan oleh orang-orang terlatih,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, beberapa hal yang menunjukkan bahwa pembunuhan terhadap anggota Brimob itu dilakukan oleh orang terlatih adalah cara pelaku yang melakukan aksinya dengan cepat.
Selain itu, kata dia, pembunuhan tersebut terjadi tidak jauh, yakni hanya sekitar dua kilometer, dari markas Brimob Kelapa Dua, Depok.
“Kasus terbunuhnya anggota Brimob di UI ini menunjukkan adanya pihak-pihak tertentu yang dendam dengan polisi dan ingin merusak citra Polri,” ujarnya.
Oleh karena itu, Neta mengatakan, jika kasus ini tidak segera diungkap secara cepat dikhawatirkan aksi membunuh polisi di jalanan akan kembali terjadi.
“Kasus ini menjadi tugas berat Kapolda Metro Jaya untuk segera mengungkap motif dari 10 tersangka yang mengeroyok korban secara sadis,” katanya.
Kasus terbunuhnya anggota Brimob itu, menurut Neta, menjadi sebuah peristiwa duka yang mendalam bagi Polri, apalagi pembunuhan itu terjadi saat Polri akan merayakan Hari Bhayangkara.
“Bagaimana pun kasus ini merupakan sebuah teror, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi polisi yang kerap bertugas di jalan,” kata dia.
Sebelumnya, anggota Brimob Kelapa Dua, Depok, Bharada Rizki Dwi Wicaksono, tewas dianiaya oleh 10 orang di halte UI, Depok pada Selasa pukul 00.30 WIB.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan gerombolan, yang menganiaya anggota Brimob itu hingga tewas, mengendarai sepeda motor.
Gerombolan itu menggunakan lima motor dan memepet Rizki yang menumpang taksi saat hendak berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta.
Saat itu Rizki berniat pulang ke daerah asalnya di Pasuruan, Jawa Timur, setelah selesai bertugas sebagai Tim Ekspedisi NKRI. Namun, taksi yang ditumpanginya diberhentikan, dan kaca mobil dipecahkan serta korban dianiaya.







Komentar