oleh

Ambruknya Jembatan Comal, Kinerja Kementerian PU Perlu Dievaluasi

comalPOSKOTA.CO – Ambruknya jembatan Comal di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah menimbulkan kekacauan pengaturan lalu lintas arus mudik dan kerugian ekonomi akibat kemacetan.

Indonesia Traffic Watch (ITW) menilai kerusakan jembatan Comal di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah dapat di deteksi sejak dini, apabila Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan pemeriksaan secara rutin. Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan evaluasi secara menyeluruh, untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian sehingga berdampak luas terhadap terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan keselamatan (Kamseltibcar) lalu lintas.

“Seharusnya dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Untuk mengetahui apakah Kementerian PU bekerja dan melaksanakan prosedur dengan baik. Karena, kerusakan biasanya diawali dengan adanya tanda-tanda perubahan di sekitar jembatan, seperti penurunan tanah, sehingga bisa di deteksi sejak dini. Kementerian PU harus bertanggungjawab, “ kata ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan, Kamis (24/7).

Menurutnya, penyebab amblasnya jembatan Comal kemungkinan akibat drainase yang tidak baik, sehingga air mengikis pangkal tiang penyanggah jembatan. Jadi rubuhnya jembatan Comal bukan bencana yang datang secara tiba-tiba, tetapi sudah melalui proses pembiaran yang cukup lama. “ Jika terbukti ada pembiaran, maka harus diproses secara hukum, “ tegas Edison.

Dia mengungkapkan, amblasnya jembatan Comal menimbulkan kerugian ekonomi yang luar biasa, apalagi arus mudik lebaran sedang berlangsung. Banyak pengiriman barang, sayuran, dan ekspedisi yang tidak tepat waktu mencapai tujuan karena rusaknya jembatan Comal. Kemacetan panjang sepanjang jalur pantura dan pantai selatan (pansetan) tak terhindarkan.

Bahkan, pengalihan jalur pantura ke jalur tengah dan selatan Jawa Tengah, akibat amblasnya Jembatan Comal sempat membuat arus lalu lintas kendaraan jurusan Tegal-Purwokerto-Kebumen-Purworejo-Magelang-Semarang terus dipadati kendaraan berat, bus, dan mobil pribadi hingga menjadikan lalu-lintas di Jalur Selatan itu nyaris lumpuh.

Begitu juga arus lalu lintas dari arah Tegal dimulai dari Bumiayu Kabupaten Brebes hingga Ajibarang Kabupaten Banyumas sepanjang 15 kilometer. Penumpukan kendaraan juga terlihat di simpang tiga Sampang Kabupaten Cilacap hingga ke simpang empat Buntu Kabupaten Banyumas sepanjang 12 kilometer. Kendaraan terlihat padat merayap, bahkan pada jam-jam tertentu arus lalu lintas tersendat dan menjadikan lalu-lintas nyaris lumpuh.

Tidak hanya itu, Edison melanjutkan, sistim pengamanan arus mudik lebaran yang dibangun oleh Polri dan Kementerian Perhubungan menjadi berantakan. Akibat arus lalu lintas untuk mudik yang sebelumnya sudah disiapkan tidak lagi sesuai dengan perencanaan.

Namun demikian, Edison meminta agar Polri khususnya Korps Lalu Lintas untuk tetap melakukan pengamanan dan rekayasa untuk mewujudkan Kamseltibcar lalu lintas. Sehingga jutaan masyarakat yang mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri hingga kembali bisa merasakan kenyamanan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *