oleh

6 RAMPOK DISERGAB SAAT KUMPUL DI PERUMAHAN

Pincang jalan harus dipapah berdua
Pincang jalan harus dipapah berdua

POSKOTA.CO – Sejumlah polisi berpakaian preman menyergap satu rumah di Perumahan Kencana Griya Asri, Desa Kedungwringin, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang diduga dihuni enam kawanan perampok.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar lokasi kejadian, Jumat, penyergapan tersebut berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB.

“Tadi, saya melihat ada sejumlah polisi berpakaian preman yang menumpang tiga buah mobil mendatangi rumah nomor A-1 itu. Selang beberapa menit kemudian, terdengar suara tembakan,” kata salah seorang warga, Andre.

Bahkan, kata dia, sekitar 10 polisi berpakaian preman yang mendatangi rumah itu terlibat baku tembak dengan penghuninya. Menurut dia, salah seorang penghuni rumah itu terlihat lari dan melompati pagar pembatas perumahan.

Akan tetapi, kata dia, orang itu akhirnya tewas setelah terkena tembakan di punggung dan pinggangnya.
Sebanyak lima penghuni rumah lainnya, kata dia, menyerahkan diri kepada polisi berpakaian preman itu. “Mereka termasuk yang mati segera dibawa pergi meninggalkan tempat ini,” katanya.

Dia mengaku tidak mengenal enam penghuni rumah itu karena mereka baru sekitar satu bulan menempatinya. Menurut dia, para penghuni rumah itu jarang keluar untuk bergaul dengan warga
sekitar.

“Tapi sepertinya mereka tidak terkait dalam kegiatan terorisme. Pakaian yang mereka gunakan juga biasa saja,” katanya. Warga lainnya, Triyanto, mengatakan bahwa sejumlah penghuni rumah itu sering
berganti-ganti namun tidak pernah bergaul dengan warga sekitar.

Menurut dia, kadang ada perempuan dan anak kecil yang ikut tinggal di rumah itu. “Biasanya kalau ada penghuni baru di rumah itu, selalu datang ke rumah saya untuk berkenalan. Tetapi penghuni yang sekarang belum pernah datang ke rumah,” kata dia yang tinggal rumah nomor B-1.

Ia mengatakan bahwa mobil yang digunakan penghuni rumah itu juga sering berganti- ganti.
“Saat penyergapan itu berlangsung, saya sempat melihat dari balik jendela. Namun oleh salah seorang petugas, saya diminta untuk bersembunyi,” katanya.

Ketua RT 05 RW 05 Sakiyan mengatakan bahwa rumah tersebut milik seseorang bernama Agus yang tinggal di Jakarta, sedangkan yang mengontrak juga bernama Agus. “Saat baru menempati, dia sempat lapor. Namun dia hanya menunjukkan surat cerai atas nama Agus, sedangkan penghuni lainnya tidak dilaporkan,” katanya.

Dia mengaku belum sempat menemui para penghuni rumah nomor A-1 tersebut untuk mendata identitasnya.
Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Dwiyono mengatakan bahwa penyergapan tersebut dilakukan oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Polres Kota Tegal.

“Mereka terlibat kasus pencurian dengan pemberatan sesuai Pasal 365 KUHP dan saat ini masih dalam pengembangan,” katanya. Informasi yang dihimpun dari sumber di Kepolisian Daerah Jawa Tengah, enam orang itu merupakan kawanan perampok bersenjata api kelompok Palembang dan Lampung yang
beraksi di Jabodetabek dan Kota Tegal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *