oleh

3 PENCURI SPESIALIS GEDUNG SEKOLAH DITANGKAP

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Aparat Kepolisian Resor Pati, Jawa Tengah, menangkap tiga pelaku pencurian spesialis gedung sekolah di daerah setempat beserta penadah barang hasil curian komplotan pencuri tersebut.

Menurut Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi Utomo, di Pati, Rabu, ketiga pelaku komplotan pencurian tersebut berhasil ditangkap pada Selasa (22/7) dini hari.

Ketiga pelaku tersebut yakni Arif Fuadi,34, dan Haris Muryoso,25, sama-sama warga Desa Pasucen, Kecamatan Terangkil, Pati dan Arif Sukarno warga Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, dan seorang pelaku yang melarikan diri bernama Triyono warga Desa Pasucen.

Selain tiga pelaku, Polres Pati juga menangkap penadah barang hasil kejahatan bernama Supriyanto,34, warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil. Komplotan tersebut beraksi di 16 lokasi yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kayen, Tlogowungu, Jakenan, dan Wedarijaksa.

Adapun sekolah yang menjadi sasaran kejahatan komplotan tersebut, yakni SMP 2 Kayen, SMP Tlogowungu, SMP Jakenan, SMP Wedarijkasa, SMP Dukuhseti, dan SMP Pucakwangi. “Sekolah yang menjadi incaran merupakan sekolah yang memiliki peralatan elektronik, seperti komputer dan proyektor,” ujarnya.

Pengungkapan tersebut, lanjut dia, berawal dari laporan satuan pengamanan dari SMP 7 Pati menyusul aksi komplotan tersebut diketahui satpam. Mendapat laporan tersebut, Polres Pati menerjunkan 16 anggota unit resmob ke lokasi kejadian.

Setelah melakukan penyisiran di sekitar lokasi, para pelaku akhirnya diketahui keberadaannya yang tidak jauh dari lokasi kejahatan.

Dalam penangkapan terhadap empat pelaku, salah seorang anggota polisi bernama Bripka Jaiz berhasil menangkap salah seorang pelaku bernama Triyono, namun pelaku kabur setelah melakukan perlawanan dengan menyabetkan linggis berukuran sekitar setengah meter dan melukai dagu Jaiz.

Polisi akhirnya berhasil melumpuhkan tiga pelaku lain, yakni Arif Fuadi, Haris Muryoso, dan Arif Sukarno.

Akibat perbuatan melawan hukum tersebut, para pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *