oleh

Penjaga Laut dan Pantai Tanjung Uban Amankan Kapal MT Wan Da yang Tenggelam di Riau

POSKOTA.CO – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban Kementerian Perhubungan melakukan pengamanan dan pengawasan terkait tenggelamnya kapal MT Wan Da berbendera Republik Dominika di Perairan Johor Malaysia.

Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban Capt. Handry Sulfian mengerahkan 2 (dua) kapal patrolinya yaitu KN. Kalimasadha – P.115 dan KN. Rantos – P.210 untuk siaga di lokasi tenggelamnya kapal.

MT. Wan Da dengan GT 325 pada awalnya tenggelam di perairan Johor dan kini terseret arus hingga ke perairan Riau.

Dikatakan Hendry, pada hari Rabu, 15 Maret 2020 pihaknya menerima berita musibah tenggelamnya sebuah kapal berukuran GT 325 bernama MT. Wan Da di Perairan Johor Malaysia.

Selanjutya tanggal 16 Maret 2020 kembali pihaknya mendapat informasi dari Disnav Kelas I Tanjung Pinang/VTS Batam dan KRI Krait bahwa kapal tersebut sudah bergeser 1 Nautical mill dari TSS (Traffic Separation Scheme ) posisinya memasuki Wilayah Perairan Indonesia dengan koordinat 1° 21. 275′ N/ 104° 19.794 E.

Setelah berkoordinasi dengan Kantor UPP Kelas II Tanjung Uban dan Basarnas, dirinya menggerakan kapal KN. Rantos dan KN. Kalimasadha guna melaksanakan pengamanan dan pengawasan terhadap kapal yang telah tenggelam.

“Karena posisinya sudah hanyut memasuki perairan Indonesia dan dikhawatirkan akan menganggu alur pelayaran di wilayah RI, mangkanya kita amankan,” kata Capt. Handry.

KN. Rantos – P.210 dan KN. Kalimasadha – P.115 meluncur ke lokasi kejadian dan setibanya di lokasi mendapatkan kapal sudah dalam keadaan terbalik dan tidak ada satu orang kru kapal di lokasi tersebut.

Direktur KPLP Ditjen Perhubungan Laut Ahmad menyatakan di tengah pandemi Covid 19, KPLP dalam hal ini Pangkalan PLP Tanjung Uban tetap siaga melaksanakan fungsi keselamatan dan keamanan pelayaran.

Terkait musibah tenggelamnya kapal MT Wan Da, Ahmad menyebutkan bahwa KPLP telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam menangani musibah kecelakaan kapal ini sesuai tupoksi masing-masing.

“Sebagai lembaga yang bertugas melakukan pengamanan di laut, kami telah menginstruksikan jajaran KPLP khususnya di Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban agar tetap bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk mengamankan alur pelayaran dan memastikan aspek keselamatan pelayaran di wilayah perairan tersebut serta menjalankan tugas lain yang menjadi tupoksi KPLP,” tutur Ahmad dalam siaran pers yang diterbitkan Kepala Bagian Organisasi dan Humas Ditjen Perhubungan Laut Wisnu Wardana. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *