oleh

Atas Nama Corona, Apa pun Bisa Jadi ‘Proyek’

PEMERINTAH kembali ( untuk ketiga kalinya) menambah anggaran penanggulangan Covid-19 menjadi Rp 695 Triliun. Makanya kemudian, atas nama Covid, atas nama Corona, semua bisa jadi proyek. Tak perduli bahwa apa yang dilakukannya itu tumpang tindih atau bahkan menjadi hak dan kompetensi lembaga lain.

Paling hangat saat ini adalah rencana Kementerian Pertanian (Kementan) yang akan memproduksi massal kalung antivirus Corona. Bukankah ini sebuah ‘proyek’?. Mengapa Kementan bukannya lebih fokus pada misalnya, bagaimana produksi pertanian bisa tetap eksis di tengah pandemi corona? Atau bahkan kalau bisa bagaimana kita bisa swasembada pangan.

Kalung Antivirus Corona yang rencananya akan diproduksi masal oleh Kementan itu pun dikritik Komisi IV DPR-RI. Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Andi Akmal Pasluddin kepada wartawan, Sabtu (4/7/2020) misalnya mengatakan, bahwa penelitian kalung antivirus Corona milik Kementan itu belum teruji bisa menjadi penangkal virus Corona.

Tak hanya itu, anggaran untuk rencana produksi massal kalung tersebut dinilainya juga akan dipertanyakan berbagai pihak.

Itu barangkali salah satu hal yang membuat Presiden Jokowi belum lama ini marah kepada para menterinya, lantaran lamban bergerak dalam penanganan Covid -19. Urusan Covid -19 sudah ada Gugus Tugas-nya. Para menteri tinggallah fokus pada masing-masing Tupoksi ( tugas pokok dan fungsi). Jangan tumpang tindih apalagi sampai keluar jalur.

Covid -19 memang menjadi pandemi dan harus ditangani bersama sesuai dengan tugas, wewenang dan kompetensi masing-masing. Yang Kementerian Pertanian fokuslah pada pertanian. Demikian halnya Kementerian lainnya. Jangan dibiasakan, atas nama corona semua bisa jadi proyek, semua dijadikan proyek. Kasihan rakyat, sudah begitu banyak uangnya beralih untuk penanganan corona, sampai-sampai tidak bisa menikmati hasil pembangunan tahun ini. (agus suzana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *