oleh

Merebut Tebaran Bonus Pahala di Bulan Suci Ramadhan

RASULULLAH SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosanya. Barang siapa tekun beribadah di bulan Ramadhan, maka diampuni dosanya. Dan barangsiapa tekun beribadah pada malam qadr (Lailatul Qadr) dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosanya,” (HR Bukhari dan Muslim).

Pada hadist yang lain, Rasulullah SAW bersabda: “Setiap amal anak turun Adam (manusia) itu dilipatkan (pahalanya). Satu kebaikan dengan sepuluh kali lipat, sampai tujuh ratus lipat. Allah Ta`ala berfirman: “Kecuali puasa, karena puasa adalah untuk-Ku dan Aku (Allah) sendirilah yang akan membalasnya. Orang yang berpuasa itu meninggalkan kesenangan nafsunya dan makannya demi Aku. Orang yang berpuasa mengalami dua kegembiraan: Kegembiraan ketika berbukanya dan kegembiraan ketika ketemu dengan Tuhannya. Dan sesungguhnya perubahan bau mulut orang yang berpuasa adalah lebih harum menurut Allah, ketimbang bau minyak kasturi. Puasa merupakan perisai. Apabila ada hari puasa salah seorang diantara kalian, maka janganlah dia berkata kotor dan gaduh. Jika seseorang memaki nya dan memusuhi nya, hendaklah ia (orang yang berpuasa) mengatakan: “Aku adalah orang yang sedang berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim).

Saudaraku….

Sebagai hamba Allah SWT, mari kita menunaikan perintah puasa Ramadhan ini dengan `Imanan Wahtisaaban`. Dalam artian bahwa ibadah puasa kita laksanakan dengan sepenuh hati. Tidak ada niat mendua. Semata-mata karena Allah, tidak ada faktor lain. Karena itu, makna iman dalam pengertian luas adalah melaksanakan suatu perintah dengan hati yang ikhlas, tidak ada unsur terpaksa. Harus dikerjakan berdasar iman dan semata mengharap ridho dan pahala dari Allah SWT. Bukan mengharap pujian dari sesama manusia atau dari pimpinan/komandan kita sendiri.

Sesungguhnya pada bulan Ramadhan ini penuh ampunan dan keberkahan. Allah SWT memberi ganjaran pahala yang berlipatganda, dibandingkan pada bulan biasa. Pada bulan Ramadhan ini Allah sang Pemilik jagad ini menebar bonus pahala kepada umat manusia. Siapa yang sungguh-sungguh akan mendapat pahala beratus kali lipat, jika dibandingkan pada hari biasa. Siapa yang bersungguh, Insya Allah akan mendapat.

Singkat kata, sebagai hamba Allah di permukaan bumi ini,  yukk mari bersama-sama merebut kesempatan dan tebaran bonus dari Pemilik Alam Semesta ini, Pemilik rezeki dan pemberi kasih sayang kepada umatnya. Berhasil atau tidak seorang hamba dinyatakan lulus dari pendidikan dan latihan ini, baru akan terasa di bulan lain, setelah Ramadhan.

Karena itu, Mari kita mulai dari diri sendiri, dari hal-hal yang kecil dahulu, misal menjaga lidah dan tulisan yang menyakiti hati orang lain. Ini juga termasuk implementasi dari hasil ibadah puasa. Jika ada orang lain mengajak ribut atau mencaci-maki, jangan dilayani. Katakan bahwa Anda sedang puasa. Inilah wujud nyata dari keberhasilan pendidikan puasa Ramadhan agar manusia dapat mengendalikan emosi dan hawa nafsu. Tujuan akhir yang akan dicapai adalah menjadi manusia takwa (muttaqin).

Mari kita rebut kesempatan terbaik di bulan suci ini. Tapi ingat, ibadah pokok yakni salat lima waktu jangan terabaikan. Puasanya kuat dan ibadah salatnya pun harus kuat. Jangan sampai disebut, puasanya iya tapi salat lima waktu tidak. Allahu a`lam bish showab. [syamsir].

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *