oleh

Thiem ‘Pecahkan Telur’ Rebut Gelar Pertama

-Olahraga-118 views

POSKOTA.CO – Bangkit dari ketertinggalan  dua set dan juga 3-5 di set penentu,  Dominic Thiem (Austria),  akhirnya memecahkan telor merebut mahkota juara Grand Slam pertama ketika Alexander Zverev  (Jerman) lewat laga panjang lima set 2-6, 4-6, 6-4, 6-3 dan 7-6 (8/ 6), Senin (14/9/2020), di Arthur Ashe Stadium New York, Amerika Serikat.

Ini menjadi final AS Terbuka pertama yang ditentukan lewat  tie-break set kelima. Thiem, 27, adalah pemain pertama di Era Terbuka yang bangkit dari ketinggalan dua set di final AS Terbuka dan berhasil keluar sebagai juara. Ini juga menjadi gelar pertamanya di ajang  Grand Slam dan petenis  ke-55 di  Era Terbuka dan ke-150 sepanjang masa yang sukses memboyong trophy.

“Kami mulai mengenal satu sama lain pada tahun 2014 dan langsung mulai mengembangkan persahabatan yang hebat… dan kemudian persaingan yang hebat,”kata  Thiem usai final tentang Zverev yang jadi lawannya, seperti dilansir ATPTour.com. “Kami telah mewujudkan hal-hal hebat di lapangan dan di luar lapangan. Sungguh menakjubkan sejauh mana perjalanan kami membawa kami untuk berbagi momen ini. Saya berharap kami dapat memiliki dua pemenang hari ini. Kami berdua pantas mendapatkannya,” lanjut Thiem.

Thiem bergabung dengan Thomas Muster (1995 di Roland Garros) sebagai satu-satunya pria Austria yang memenangkan kejuaraan besar. Dia  sebelumnya kalah dalam tiga final Grand Slam pertamanya, yang terakhir dalam pertarungan lima set yang ketat  melawan Novak Djokovic (Serbia) di Australia Terbuka tahun ini.

Thiem  bermain lebih  berani untuk mematahkan servis Zverev sekali lagi pada kedudukan 5-5 setelah unggulan kelima melakukan kesalahan forehand.  Namun dia bermain  gugup ketika  break point pada kedudukan 6-5. Ia melakukan pukulan backhands ke tengah lapangan dan memungkinkan Zverev untuk melakukan pukulan forehand winner. Separuh dari game di set kelima berakhir dengan jeda servis, dengan Zverev kehilangan servis tujuh kali dan Thiem delapan kali sepanjang pertempuran epik mereka.

Thiem juga menyia-nyiakan match point pertama dengan melakukan forehand pendek dan tidak bisa memanfaatkan servis keduanya yang berkecepatan  68mph.. Dia berhasil mengumpulkan kembali dan melepaskan tembakan passing forehand pada 6/6 untuk  meraih poin dan menutup pertadingan

Thiem pun menjatuh badannya  ke tanah saking  gembiranya  setelah pukulan backhand Zverev melebar untuk mengakhiri yang berlangsung empat jam lebih. Thiem memenangkan 163 poin  dibandingkan 159 poin untuk Zverev. Ia juga memimpin  8-2 dalam persaingan ATP Head2Head  atas Zverev. Ia memenangkan empat pertandingan terakhir diantara  mereka, termasuk kemenangan empat set di semifinal Australia Terbuka tahun ini.

Meski kalah, Zverev patut diacungi jempol karena menunjukkan terobosan karier dengan mencapai final Grand Slam pertamanya. Petenis berusia 23 tahun itu adalah finalis termuda di kejuaraan besar sejak Novak Djokovic di AS Terbuka 2010.

“Saya ingin memberi selamat kepada Dominic atas gelar pertama dari banyak gelar Grand Slam. Saya berharap Anda bisa melewatkan lebih banyak sehingga saya bisa memegang trofi itu, tapi di sini saya memberikan pidato runner-up, ” kata Zverev.  “Saya ingin berterima kasih kepada tim saya karena tetap bersama saya. Dua tahun terakhir tidak mudah dalam karier tenis saya. Kami pasti sedang naik daun dan saya berharap suatu hari nanti kita akan mengangkat trofi itu bersama-sama, “inbuhnya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *