POSKOTA.CO – Untuk mengukur sejauh mana perkembangan para lifter DKI Jakarta selama berlatih, Pengprov Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) DKI Jaya menggelar trainning test di Pusat Pelatihan Olahraga DKI Jakarta, Ragunan, Minggu (15/1/2023).
Trainning test ini merupakan program dari Pengprov PABSI DKI Jaya, setiap empat bulan sekali selain test event. Tes ini diikuti lifter pelatda, PPOP, PPLM, serta klub binaan. “Untuk trainning test memang kami buat setiap empat bulan sekali, sesuai program pembinaan jangka panjangnya atau makronya. Sedangkan test event digelar jika kami menghadapi kejuaraan,” papar Ketua Umum Pengprov PABSI DKI Jaya, Emmy Noerhayati, di sela-sela trainning test di Ragunan, Minggu (15/1/2023).
Dikatakan, di awal tahun ini pihaknya sengaja menggelar trainning test untuk melihat sejauh mana data awal para lifter pelatda, karena di tahun ini juga akan digelar babak kualifikasi PON 2024 yang rencananya digelar Juli 2023 di Bandung. “Selain untuk persiapan Pra-PON, tes ini juga merupakan evaluasi para lifter PPOP untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Sumsel tahun ini juga,” kata Emmy Noerhayati.
Di sisi lain, Pengprov PABSI DKI Jakarta berharap agar jadwal pelaksanaan Pra PON dan Popnas 2023 tidak berdekatan. “Pasalnya, kami tidak menutup mata juga bahwa jika lifter terbaik PPOP tampil mewakili DKI Jaya di ajang Pra PON, karena ini olahraga terukur,” ungkapnya.
Menghadapi Pra PON, DKI Jaya telah menyiapkan liftet lapis satu sebanyak 10 orang dan lapis dua dengan jumlah tiga orang. “Dengan 13 lifter di Pelatda ini kami berharap tampil di 10 kelas putra-putri yang akan dipertandingkan,” tandasnya.
DKI Jaya sendiri optimistis untuk meloloskan sebanyak mungkin lifternya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON)2024 Aceh-Sumut mendatang. “Selain membawa pulang medali di ajang Popnas Palembang mendatang,” katanya lagi. (*/bu)







Komentar