oleh

Terkait Tata Kelola Penanganan Covid-19, Ini Saran LBH Kesehatan untuk Presiden Jokowi

POSKOTA.CO – Pendiri LBH Kesehatan Iskandar Sitorus memberi saran kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait tata kelola vaksin dan obat Ivermectin sebagai upaya penanganan dan penangkal Covid-19.

Setelah terbuka keran penggunaan berbagai merek vaksin di Indonesia, maka ada baiknya tata kelola penanganan sampai penggunaan berbagai merek vaksin, harus tetap diawasi dengan baik oleh pemerintah melalui instrumen tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Baik itu terhadap serum vaksin yang dibeli oleh negara, BUMN atau pihak manapun yang mendatangkannya karena bantuan dan atau lainnya ke wilayah Indonesia. Supaya rakyat kita yang akan menggunakan vaksin-vaksin tersebut terhindar dari efek yang tidak baik,” saran Iskandar.

Pemerhati kesehatan ini menegaskan, salah satu cara untuk mengukur efek itu tentunya pemerintah harus terapkan perlakuan yang sama terhadap semua merek vaksin, yakni dilakukan uji klinis layaknya pada vaksin produksi Sinovac, Tiongkok.

Bagi Iskandar, tanpa perlakuan yang sama, maka diduga kuat akan bisa menciptakan persepsi yang tidak baik dikemudian hari.

Menurut Iskandar, uji klinis terhadap vaksin produk Sinovac di Indonesia sudah dilakukan.
Ia mengaku bangga, sebab tim uji yang dipimpin oleh almarhumah Novilia Sjafri Bachtiar yang juga kepala Divisi Surveilans dan Riset Klinis Bio Farma, berjalan dengan baik.

“Kami berkabung atas meninggalnya almarhumah usai terpapar virus Corona (Covid-19) pada 7 Juli 2021. Kami berharap lahir putra-putri bangsa yang setara mumpuni dengan almarhumah, agar ke depan semua kualitas vaksin bisa teruji dengan baik sebelum digunakan,” kata Iskandar Sitorus, Selasa (3/8/2021).

Ditambahkan, terhadap produk serum vaksin, dirinya mendesak, agar pemerintah lebih memberi dukungan terhadap riset-riset obat yang sudah terkategori pendamping obat terapi Covid-19.

Salah satunya rencana uji klinis obat Ivermectin produk PT Harsen Laboratories yang tertunda oleh Universitas Pertahanan padahal mereka sudah mengevaluasinya sebelum diajukan ke Komisi Etik Kesehatan.

Unhan mengklaim penelitian ini bertujuan melihat manfaat Ivermectin dalam pengobatan pasien Covid-19. Sayangnya Dekan FK Universitas Pertahanan Laksamana Pertama TNI Dr Arie Zakaria SpOT, SpKL meninggal tanggal 29 Juli 2021.

“Maka ada baiknya, rencana mulia dari FK Unhan itu bisa diteruskan oleh Pemerintah dengan mendorong Dekan yang baru untuk mewujudka uji klinis itu demi peluang untuk mendapatkan obat guna penanggulangan terhadap korban paparan Covid-19,” ujarnya.

Saat ini uji klinis terhadap Ivermectin juga sedang dilakukan yakni produk PT Indofarma (Persero) Tbk di delapan rumah sakit di Indonesia yakni RS Wisma Atlet, RS Esnawan, RS Suyoto, RSPAD Gatot Subroto, RS Persahabatan, RS Sulianti, RS Adam Malik dan RS Pontianak.

“Semoga uji klinis yang tata kelolanya dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Pusat dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna untuk mengeluarkan izin edar bisa berjalan dengan baik dan faktual. Semoga juga delapan pimpinan RS tersebut diberi kesehatan dan umur panjang oleh Tuhan Yang Maha Esa agar uji klinis itu tidak mendapat kendala sekecil apa pun. Keahlian para pimpinan RS itu menjadi harapan bagi bangsa kita dimasa pandemi ini,” paparnya.

Ia berharap, seseluruhan tata kelola yang dilakukan oleh berbagai komponen anak bangsa terhadap pengawasan vaksin yang digunakan rakyat serta terhadap uji klinis obat Ivermectin, bisa teregistrasi dengan lebih baik lagi pasca ditinggalkan oleh Direktur Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) almarhumah Nurma Hidayati yang meninggal dunia Jumat 30 Juli 2021.

“Semoga kinerja dan karya para putra-putri terbaik bangsa yang lebih dahulu meninggalkan kita tersebut bisa menjadi suri tauladan ke depan hari guna melewati wabah Covid-19,” harap Iskandar sambil menambahkan, dirinya berharap, Presiden Jokowi bisa mewujudkan perjuangan teknis yang sudah dilahirkan dua almarhum demi rakyat Indonesia. (*/yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *