POSKOTA.CO – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan sosialisasi pelaksanaan kegiatan dan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) di era baru yang diperuntukkan bagi pelaku usaha event.
Kegiatan berlangsung Selasa (22/12/2020) malam di Java Ballroom, Hotel Westin, Jakarta, berupa sosialisasi panduan pelaksanaan CHSE yang telah dibuat oleh Kemenparekraf/Baparekraf bagi para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan (events), seperti promotor, vendor, tenant, pengelola venue, asosiasi, pemerintah daerah, pekerja, pengunjung hingga pengisi acara.
Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Edy Wardoyo, dalam sambutannya, berharap kegiatan ini membangun optimisme dan semangat para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bangkit menghadapi pandemi.
Dengan terus menghidupkan industri parekraf, khususnya industri event, dapat menyumbang kenaikan angka wisatawan sehingga dapat mendorong bangkitnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kita harus mematuhi panduan kesehatan dengan kepedulian yang tinggi dan konsisten sehingga tidak membuat klaster baru penyebaran COVID-19 dan industri event dapat dijalankan kembali, meskipun masih dalam suasana kenormalan baru seperti ini. Jadi event tetap berjalan, kesehatan dan keselamatan tetap terjaga,” kata Edy Wardoyo.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Walikota Jakarta Selatan Isnawa Adji, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Gumilar Ekalaya, Dit Intelkam Polda Metro Jaya Kompol Eka Baasith Syamsuri S.Ik, M.Si., Ketua Dewan Industri Event Indonesia (Ivendo) Mulkan Kamaludin, Ivendo Irvan Mahidin Sukanto dan Reza Lesmana serta Forum Backstagers Indonesia Lingga Purwa Adjie.
Dalam sesi talkshow pertama, Irvan Mahidin Sukanto selaku anggota Ivendo, menuturkan pada saat pelaksanaan event, protokol kesehatan yang diterapkan sesuai dengan handbook tidak serumit yang dibayangkan. “Intinya kita sebagai pelaku event harus bisa membangun komunikasi dan koordinasi secara komprehensif dengan ‘stakeholder’ terkait, sehingga event dapat berjalan dengan kondusif,” kata Irvan.
Kemudian, anggota Ivendo lainnya, Reza Lesmana, mengatakan, pelaku usaha event saat ini diharapkan mampu membiasakan diri untuk mencatat apa yang dilakukan dan melakukan apa yang tercatat.
Sementara, pada sesi talkshow kedua, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Gumilar Ekalaya, mengatakan pihaknya optimis industri event akan bangkit di tahun 2021 dan menggeliatkan kembali perekonomian DKI Jakarta. Karena, dengan banyaknya event maka wisatawan akan berdatangan dan PAD sektor pariwisata meningkat.
“Maka dari itu, agar event bisa terlaksana dan kesehatan aman terkendali, seluruh ‘stakeholder’ seperti tim satgas dan tim polda metro jaya bersama pemprov DKI harus bersinergi. Jangan sampai ada kesan bahwa pemprov memberikan izin, namun dari polda tidak mengizinkan keberlangsungan suatu ‘event’,” ujar Gumilar.
Dit Intelkam Polda Metro Jaya Kompol Eka Baasith Syamsuri S.Ik, M.Si, menuturkan dengan melihat situasi dan kondisi saat ini, pihaknya menyarankan kepada para industri pariwisata khususnya event harus lebih didukung dengan tim auditor CHSE untuk mengetahui apakah suatu event dapat berjalan secara maksimal atau tidak. Kemudian, tentunya di tahun 2021 ‘awarness’ seluruh masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan khususnya pelaksanaan event harus lebih ditingkatkan.
“Apabila tingkat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan dapat meningkat di tahun 2021, maka industri event dapat beroperasi lagi,” kata Eka Baasith. (tis)







Komentar