JAKARTA – Dalam rangka memperingati World Cancer Day yang jatuh setiap 4 Februari, Siloam Hospitals TB Simatupang memperkuat komitmennya dalam layanan deteksi dini dan penanganan kanker, khususnya kanker saluran cerna. Mengusung tema United by Unique, peringatan tahun ini menekankan pentingnya memahami perjalanan kanker setiap individu dan menyediakan penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Sebagai fasilitas kesehatan swasta dengan fokus pada kardiologi, neuroscience, dan ortopedi, Siloam Hospitals TB Simatupang kini semakin meningkatkan layanan di bidang gastroenterohepatologi dan bedah digestif. Pendekatan ini dilakukan melalui deteksi dini gangguan lambung dan saluran pencernaan menggunakan Urea Breath Test (UBT) serta endoskopi.
Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) menjadi salah satu perhatian utama. Lebih dari setengah populasi dunia terinfeksi Helicobacter pylori (H.pylor) dengan prevalensi yang berbeda-beda di berbagai belahan dunia.
Bakteri H.pylori berkoloni di mukosa lambung dan memproduksi enzim urease yang mengakibatkan berbagai keluhan seperti dispepsia, gastritis, ulkus lambung, hingga komplikasi tahap lanjutan seperti Mucosa-Associated Lymphoid Tissue lymphoma (limfoma MALT), hingga kanker lambung. Maka dari itu, H.pylori telah diklasifikasikan sebagai bakteri karsinogenik kelas I oleh International Agency for Research on Cancer.
Kanker lambung terdiagnosis pada satu juta individu setiap tahunnya, dengan angka kematian 700.000 di seluruh dunia. Gejala yang tidak spesifik pada awal perjalanan penyakit menyebabkan diagnosis kanker lambung sering terlambat dengan angka kesintasan 5 tahun sebesar 15% di Amerika Serikat. Pasien dengan infeksi H.pylori menunjukkan 3% angka kejadian kanker lambung yang lebih tinggi dibandingkan pasien yang tidak terinfeksi. Maka dari itu, penting sekali melakukan deteksi dini infeksi H.pylori, terlebih pada pasien yang sudah sering mengalami gangguan lambung atau pencernaan lainnya.
Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi, dr. David Reinhard Sumantri Samosir, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa diagnosis infeksi H. pylori dapat dilakukan melalui pemeriksaan non-invasif seperti UBT maupun prosedur invasif seperti endoskopi dan biopsi lambung.
“Urea Breath Test memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Selain mendeteksi infeksi, pemeriksaan ini juga berperan dalam mengevaluasi keberhasilan terapi eradikasi maupun mendeteksi kekambuhan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penelitian terbaru menunjukkan infeksi H. pylori berpotensi meningkatkan risiko terbentuknya polip usus besar tertentu yang dapat berkembang menjadi kanker. Oleh karena itu, deteksi dan pengobatan dini menjadi langkah preventif yang sangat penting.
Sementara itu, dr. Mudatsir, SpB, Subspesialis Bedah Digestif, menekankan bahwa penanganan kanker saluran cerna bersifat individual. “Strategi terapi ditentukan berdasarkan kondisi pasien, ukuran tumor, serta luas penyebaran. Selama belum terjadi metastasis luas, operasi kuratif dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kekambuhan,” jelasnya.
Layanan endoskopi di Siloam Hospitals TB Simatupang meliputi gastroskopi, kolonoskopi, kapsul endoskopi, hingga nasal endoskopi. Pada kasus kanker kolon, skrining juga dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah samar pada feses serta penanda tumor seperti CEA dan CA 72-4.
Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Dewi Wiguna, M.Sc., menyampaikan bahwa kesiapan layanan diagnostik dan tim multidisiplin menjadikan rumah sakit ini sebagai one-stop solution untuk penanganan penyakit saluran cerna.
“Kami menyediakan layanan komprehensif mulai dari deteksi dini hingga prosedur lanjutan dengan pendekatan individual dan berfokus pada keselamatan pasien. Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses deteksi dini sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih besar,” tutupnya.
Adapun prosedur UBT tergolong mudah dan nyaman. Pasien diminta berpuasa minimal empat jam sebelum pemeriksaan dan menghentikan konsumsi obat tertentu sesuai anjuran dokter. Pemeriksaan dilakukan dengan meniup kantung sampel sebelum dan sesudah mengonsumsi tablet urea, yang kemudian dianalisis di laboratorium.
Dengan penguatan layanan ini, Siloam Hospitals TB Simatupang berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini sebagai langkah utama dalam menekan angka kematian akibat kanker saluran cerna. (in)








Komentar