BATAM — Senjata disiagakan ke arah Selat Singapura, namun tangan para prajurit KRI Kujang-642 justru terulur hangat memeriksa nadi para kuli di Dermaga Magcobar, Batam. Di sela ketatnya patroli perbatasan Indonesia-Singapura pekan ini, kapal perang pemukul cepat tersebut mendobrak kekakuan militer dengan menyulap area dermaga menjadi posko pengobatan gratis.
Langkah taktis ini diambil untuk memastikan para pekerja kasar yang menjadi urat nadi gerbang maritim Nusantara tetap sehat dan tangguh.
“Kedaulatan laut dan kesejahteraan warga pesisir itu satu paket. Kehadiran TNI AL di garis depan harus dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat,” tegas Komandan KRI Kujang-642, Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, dalam rilis yang diterima media ini Jumat.
Aksi cepat di lapangan ini merupakan perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Kasal menginstruksikan seluruh unsur patroli untuk tidak hanya menjaga keamanan laut, tetapi wajib membumi dan hadir membawa solusi konkret bagi masyarakat.
Di Dermaga Magcobar, nasionalisme tidak lagi menjadi slogan muluk. Ia menjelma menjadi ruang pemeriksaan medis yang humanis, tawa renyah antara komandan kapal dan pekerja pelabuhan, serta rasa aman yang dihadirkan langsung oleh sang penjaga samudra. TNI AL kembali menegaskan jati dirinya: tajam menghadapi ancaman, lembut merangkul rakyat. (aga/fs)








Komentar