JAKARTA – Bayangkan belajar mengaji bukan di dalam aula sekolah, melainkan di atas geladak kapal perang yang sedang membelah ombak. Pengalaman unik inilah yang dirasakan oleh 400 siswa saat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali melepas keberangkatan mereka dalam program Pesantren Kilat Ramadan 2026, Rabu (11/3).
Bertempat di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, KRI Semarang-594 tidak hanya menjadi simbol kekuatan tempur, tetapi bertransformasi menjadi ‘pesantren terapung’ selama tiga hari (11–13 Maret 2026).
Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL memegang tanggung jawab lebih dari sekadar menjaga kedaulatan laut. “TNI AL berkomitmen membangun karakter generasi muda yang religius, berwawasan kebangsaan, dan memiliki semangat kemaritiman yang kuat. Kami ingin mereka mengenal lautnya sambil memperkuat imannya,” ujar Kasal.
Peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari SMK Dental Sekesal (102 siswa), SMK Hangtuah (77 siswa), hingga santri dari Ponpes Tarbiyatusshibyan Bogor, akan merasakan sensasi berlayar menuju Pulau Untung Jawa sebagai bagian dari kurikulum mereka.
Program ini dirancang sangat relevan dengan tantangan generasi Z saat ini. Selain ibadah bersama, para ahli dan tokoh agama memberikan pembekalan krusial, di antaranya: Literasi Digital oleh Kolonel Laut (KH) Syukriadinata mengupas tuntas cara menjaga diri di era media sosial. Mentalitas Juara oleh Dr. Arif Fachruddin Arrozi membekali siswa dengan materi “Sholat Sebagai Kunci Kesuksesan’. Cinta Tanah Air oleh Kolonel Laut (KH) Khasan Syukur menanamkan nilai kebangsaan agar para remaja tidak kehilangan identitas nasionalnya.
Melalui kegiatan ini, TNI AL membuktikan bahwa disiplin militer dan nilai-nilai religius dapat berpadu harmonis untuk mencetak pemimpin masa depan yang tangguh di darat maupun di laut. (aga/jo)








Komentar