oleh

Politikus Gerindra Desak Masinton  Beri Klarifikasi Soal Pernyataannya Terhadap Luhut

POSKOTA.CO – Politikus PDI Perjuangan (PDI-P) Masinton Pasaribu didesak agar mengklarifikasi soal pernyataan yang menyebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Sebagai mana dilansir di sejumlah media massa, Masinton menyebut Luhut sebagai ‘Brutus Istana’.

Desakan itu disampaikan politikus Partai Gerindra Arief Poyuono melalui rilis elektronik maupun unggahan akun YouTube Andre GunAwan yang disiarkan Senin (9/5). “Pengertian tokoh brutus itu adalah sosok  penghianat. Pak Luhut itu  brutus dari mana? Dia adalah orang yang setia dan loyal terhadap pemerintahan Jokowi,” tegas Arief di Jakarta, Senin (9/5).

Bukan hanya kepada Pemerintahan Jokowi, Arief menilai Luhut juga dikenal sebagai orang yang setia dengan salah satu partai politik. “Saya tidak sepakat dengan pernyataan yang dikeluarkan Masinton Pasaribu, dia harus memberi klarifikasi,” tandasnya.

Pernyataan Masinton yang terkesan mendiskreditkan  Luhut  perlu dipertanyakan, karena selama ini Luhut banyak membantu Presiden Joko Widodo dalam mensukseskan berbagai program. Akibat pernyataan ini, Masinton dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Arief Puyuono juga mengaku sudah mendengar bahwa Jokowi menolak ide perpanjangan jabatan. Walau demikian, dia tetap merasa bahwa ide itu tetap aktual. “Karena saya melihat Indonesia sebagai sebuah negara membutuhkan Jokowi untuk terus memimpin pemerintahan. Apalagi sekarang ini, pandemi Covid-19 masih belum selesai,” bebernya.

Arief menekankan bahwa dirinya khawatir Pemilu 2024 membuat kondisi Indonesia semakin parah. Itu sebabnya dia mendorong agar amandemen UUD 45 dilakukan saja sehingga perpanjangan masa jabatan presiden bisa diwujudkan.

“Penting melakukan amendemen 1945 dengan mengubah masa jabatan presiden periode tiga kali, tapi harus lewat pilpres,” pungkas Arief. (eli/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.