oleh

Beri Klarifikasi atas Video Viral, RS Medistra Jakarta Tegaskan Tak Pernah Larang Pegawai Kenakan Hijab

JAKARTA – Pihak manajemen Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan menegaskan tidak pernah melarang pegawai perempuan mengenakan hijab di lingkungan rumah sakit. Bahkan dokter, perawat, hingga staf rumah sakit juga banyak yang mengenakan hijab, totalnya berkisar 30 persen dari jumlah karyawan.

“Dengan ini kami menegaskan bahwa Rumah Sakit Medistra sama sekali tidak melarang penggunaan hijab bagi para pegawainya,” ujar Direktur RS Medistra, dr. Agung Budisatria saat jumpa pers di RS Medistra Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2024).

Hal itu dikatakan Agung untuk mengklarifikasi dugaan larangan pegawai perempuan mengenakan hijab di lingkungan rumah sakit. Masalah itu sempat viral setelah dokter RS Medistra, Dr. dr. Diani Kartini SpB, subsp. Onk (K) melayangkan surat protes ke pihak manajemen dan diposting ke media sosial.

Kata Agung, Dinas Kesehatan  DKI Jakarta dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan juga telah melakukan investigasi di RS Medistra pada Senin (2/9/2024) lalu. Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, lanjut dia, tidak ditemukan adanya larangan pengenaan hijab bagi pegawai rumah sakit.

“Dari hasil klarifikasi tersebut tidak ada ketentuan yang melarang penggunaan hijab, dan ketentuan tersebut juga sudah mengakomodir pemakaian seragam dengan menggunakan hijab,” kata Agung didampingi segenap pimpinan rumah sakit.

Menurutnya, Dinkes dan Sudinkes Jaksel juga mengecek regulasi yang dikeluarkan RS Medistra untuk lingkungan rumah sakit. Saat Keputusan Direktur dan aturan turunannya dicek, tidak ditemukan adanya larangan penggunaan hijab bagi pegawai perempuan di rumah sakit. “Bahkan di aturan tambahan justru kami mengatur adanya penggunaan hijab pada karyawan perempuan,” imbuhnya sambil menambahkan di RS Medistra juga ada masjid dan musala.

Agung menambahkan, petugas Dinkes dan Sudinkes Jaksel juga memberikan pembinaan, pengawasan dan pengendalian kepada rumah sakit atas isu yang berkembang. Bahkan pihak RS juga berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait viralnya video tersebut. “Kami sudah meminta arahan ke Majelis Ulama Indonesia dari level pusat maupun Jakarta untuk tabayyun atau meminta arahan,” ucap Agung.

Sementara itu Manager Sumber Daya Manusia (SDM) RS Medistra Jakarta Selatan, Markus Triyono menambahkan, persoalan ini mencuat karena adanya kesalahpahaman yang terjadi saat proses rekrutmen dokter umum. Pihaknya sudah berupaya melakukan klarifikasi kepada Dr. Diani, namun saat itu proses rekrutmen belum selesai hingga akhirnya persoalan ini ramai di media sosial.

“Kami belum ada kesempatan untuk membicarakan hal ini, kami upayakan mediasi lebih lanjut karena beliau merupakan bagian keluarga besar Rumah Sakit Medistra yang tentunya kami tidak mau masalah ini berlarut-larut lebih panjang,” jelas Markus.

Dia menjelaskan, Dr. Diani merupakan dokter spesialis RS Medistra yang sudah bergabung di rumah sakit sejak Januari 2010 silam. Selama bekerja di rumah sakit, Dr. Diani memang biasa mengenakan hijab. (jo)

Teks foto: Dari kiri kanan Budhy Vipyana, SKM, MM Koordinator Diklat, Rekha Avia, Manajer Humas dan Legal, Dr Adhitya Wardhana, Manajer Penunjang Medik, Dr. Agung Budisatria, MM,FISQua selaku Direktur, Markus Triyono, SE. MBA Manajer HRD, dan Dr Irwan Heriyanto, MARS, Wakil Sekjend ARSSI.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *