oleh

Peringati HGN 2020, Kemendikbud Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah yang Inspiratif

-Nasional-254 views

POSKOTA.CO-Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan “Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Dedikatif, Inovatif, dan Inspiratif, Pendidikan Menengah (Dikmen) dan Pendidikan Khusus (Diksus) Tahun 2020”.

Sejalan dengan tema yang diambil “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar,” Direktur Jenderal (Dirjen) GTK Kemendikbud, Iwan Syahril menyampaikan tujuan acara ini. “Kita ingin ada inspirasi yang menjadi acuan bagi Bapak dan Ibu. Kita ingin mendorong guru-guru hebat agar bisa melayani siswa dalam rangka mencetak pemimpin masa depan,” ujarnya ketika membuka kegiatan di Jakarta.

Menurut Iwan, sangat penting untuk mengutamakan substansi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dibandingkan menghabiskan lebih banyak waktu mengurus hal-hal yang bersifat administratif. “Tiga hal penting yang harus dipahami dan diprioritaskan oleh para guru yakni siswa, siswa, dan siswa,” tegasnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) GTK Kemendikbud, Iwan Syahril

Filosofi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) satu halaman, intinya adalah jangan membebani guru. Harapan Iwan, waktu bagi para pendidik lebih banyak untuk anak-anak sehingga mengurangi beban administrasi guru itu sendiri.

Mengacu pada tajuk acara, inspirasi atas dedikasi dalam mengajar menjadi hal yang tidak kalah penting di dunia pendidikan. Iwan beralasan, seorang pendidik yang mencintai profesinya mampu menginspirasi yang lain. “Dengan adanya role model, ekosistem yang baik lebih mudah terbentuk,” tuturnya.

Filosofi dari guru penggerak dikatakan Iwan adalah ketika guru yang baik bukan sekadar baik untuk diri sendiri namun mampu menjadikan lingkungannya lebih baik lagi. Oleh karena itu, kita ingin mendorong agar nantinya calon-calon guru penggerak berasal dari semua daerah. “Agar semakin bagus kualitas daerahnya, manajemen sekolahnya, pengawas, kepsek, dan keseluruhan stakeholder terkait,” tambahnya.

Sementara Direktur GTK Dikmen dan Diksus, Yaswardi menyampaikan bahwa, kegiatan ini adalah wadah untuk berbagi praktik baik, terutama selama pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Apresiasi diberikan kepada guru dan kepala sekolah yang telah berdedikasi mengorbankan tenaga, pikiran dan waktunya.

“Para pendidik ini tidak berhenti memberikan kemanfaatan, inovasi dalam kreativitas dan produktif dalam berkarya, melakukan kebaruan dalam pembelajaran, dan juga menginspirasi rekan sesama guru dan kepala sekolah dengan berbagi praktik baik,” kata  Yaswardi.

Apresiasi yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada  25 November 2020 mendatang ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai kepemimpinan para tenaga pendidik. Adapun informasi terkait nama-nama peraih apresiasi tersebut, dapat diakses melalui laman gtk.kemdikbud.go.id.

Pemberian apresiasi untuk guru dan kepala sekolah ini telah melalui serangkaian proses. Dimulai dari penyusunan pedoman, sosialisasi program apresiasi, seleksi berkas administrasi, seleksi naskah, seleksi presentasi, penetapan penerima apresiasi, dan pemberian apresiasi.

Antusiasme guru dan kepala sekolah dikatakan Yaswardi sangat besar. “Sebanyak 781 guru dan kepala sekolah dari 34 provinsi mengikuti serangkaian proses seleksi hingga mendapatkan 70 terbaik yang terbagi ke dalam 14 kategori apresiasi,” jelasnya dalam laporan.

Delapan kategori diberikan kepada guru dan kepala sekolah untuk tingkat SMA, SMK, SLB dan Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI). Enam kategori diberikan kepada guru dan kepala sekolah untuk tingkat SMA, SMK, dan pendidikan khusus (SLB dan SPPI).

Salah satu peraih apresiasi guru SMAN 1 dari Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Adiatman mengungkapkan rasa terkejutnya ketika mendapatkan penghargaan ini. Ia tidak menyangka ide membuat laboratorium alam dengan memanfaatkan lahan di sekitar sekolah bermanfaat bagi peserta didik dan diapresiasi Kemendikbud.

Adi memanfaatkan hutan sekolah yang terbengkalai dipenuhi sampah yang kemudian disulap menjadi laboratorium alam. “Saya ingin wujudkan hutan sekolah sebagai pusat penelitian di wilayah perbatasan yang tidak hanya berguna bagi sekolah saya namun juga siswa lain disekitarnya sehingga siswa dari berbagai jenjang pendidikan bisa belajar di hutan tersebut,” harap Adi yang baru pertama kali ke Jakarta itu. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *