POSKOTA.CO–Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa melakukan pengadaan jaringan keamanan siber di 43 satuan kerja di bawah naungan Mabes TNI. Langkah ini dilakukan Panglima Andika untuk meningkatkan pertahanan dan mengantisipasi berbagai ancaman digital.
Jenderal Andika dalam pengadaan itu menerima paparan dari PT Len Industri. Di era digital 5.0 keamanan siber sangat diperlukan mengingat dinamika digitalisasi seluruh aspek dan asset nasional di Indonesia.
Perwakilan PT Len menjelaskan cara kerja sistem keamanan siber ini seperti CCTV. Alat tersebut akan memantau lalu lintas aktivitas siber TNI, apakah ada upaya serangan dari lawan dan dapat memprediksi terhadap potensi ancaman. “Sistem ini tanda kutip seperti CCTV di jaringan. Jadi kita bisa melihat aktivitasnya apakah ada serangan atau tidak,” kata salah satu perwakilan PT Len, dikutip dari laman YouTube Puspen TNI, Rabu (5/4/2022).
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Andika menyatakan, sistem keamanan siber ini sangat diperlukan terutama dalam mendukung operasional Military Computer Incident Response Team, yang baru saja diresmikan hasil kerja sama TNI dan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).
Pembangunan jaringan ini menurut Andika Perkasa diiringi juga pembangunan infrastruktur yang akan mendukung operasional agar dapat berjalan maksimal. Kata Andika, Operation Center yang akan dibangun perlu diberikan tempat khusus agar tak memaksakan bangunan yang sudah ada.
“Sering-sering pengadaan misalnya operation center ini kemudian tidak bersama fisiknya. Akhirnya kita membangun di ruang yang ada, yang dipaksain supaya fit in. Padahal jangan,” ungkap Andika.
Panglima TNI Andika meminta untuk menyediakan teknisi yang selalu siaga di ruang pusat kendali selama masa garansi berlaku. “Kalau bisa selama masa garansi ada teknisi dari mitra. Teknisi dari mitra yang setiap hari ada di sini, yang mengawaki, yang tahu persis operasi dari A sampai Z,” ujarnya.(Omi)








Komentar