oleh

Menko Muhadjir Apresiasi Gerakan Donasi Gawai Dukung PJJ

POSKOTA.CO – Pandemi Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19) telah menyebabkan ‘darurat pendidikan’ yang belum pernah terjadi sebelumnya. Peserta didik dan guru terpaksa mengubah kegiatan belajar mengajar tatap muka menjadi pembelajaran secara jarak jauh (PJJ) guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dalam pelaksanaan metode PJJ melalui jaringan internet (daring/online), beberapa sekolah mengalami kendala, karena guru dan murid tidak semuanya memiliki gawai dan akses internet.

Kondisi yang memprihatinkan ini menggerakkan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November (IKA ITS) untuk menginisiasi gerakan pengumpulan donasi “Gotong-royong Dukung Pembelajaran Jarak Jauh”. Gerakan tersebut berhasil mengumpulkan 530 gawai yang dilengkapi dengan kartu perdana internet. Di samping itu IKA ITS juga menyerahkan sejumlah 530 set perlengkapan ‘school covid kit’ yang berisi masker, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan guna mendukung penerapan protokol kesehatan oleh murid-murid dan guru-guru.

Bertempat di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta, IKA ITS telah menyerahkan donasi gawai secara simbolis kepada Menko PMK Republik Indonesia Prof Dr Muhadjir Effendy MAP. Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir langsung memberikan gawai kepada perwakilan sekolah yang hadir. Perangkat gawai disalurkan ke 7 Sekolah Dasar, 1 SLB swasta dan 1 SMK swasta yang tersebar di beberapa provinsi di antaranya, Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur. Acara tersebut dihadiri oleh 40 orang pejabat dari Kemenko PMK, ITS, IKA-ITS dan perwakilan sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan, serta diikuti secara virtual oleh 160 orang peserta dari berbagai daerah.

Sutopo Kristanto, ketua umum IKA ITS, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, pihaknya menyadari jumlah perangkat gawai yang didonasikan ini masih sangat kecil bila dibandingkan jumlah kebutuhan yang diperlukan. Namun demikian kami memberanikan diri untuk menggalang donasi secara bergotong-royong dengan semangat meringankan beban dan kesulitan para guru dan murid di tengah pandemi.

“Betapapun kecilnya bantuan yang dapat kami berikan, itulah simbol kepedulian kami,” katanya.

Mochamad Ashari, rektor ITS Surabaya, juga memberikan sambutannya, Keluarga Besar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), yang dipelopori oleh ikatan alumninya, baik yang berdomisili di Indonesia maupun luar negeri, memiliki komitmen dan kepedulian yang kuat mendukung pembelajaran daring akibat pandemi yang telah berjalan hampir satu tahun ini. Alumni ITS telah membantu dalam penyediaan gawai beserta koneksi internet, sebagai langkah nyata turut menyelesaikan kendala utama dalam sistem pembelajaran daring saat ini.

Ashari menambahkan, ITS juga berinovasi menciptakan peralatan yang dapat membantu tenaga medis dalam penanganan pandemi ini. ITS bersama alumni akan terus menerus berinovasi serta berkontribusi untuk kemakmuran masyarakat dan kemandirian bangsa.

Yayasan Nurani Dunia turut membantu dalam identifikasi sekolah-sekolah yang membutuhkan gawai. Imam B Prasodjo, ketua Yayasan Nurani Dunia, menyatakan sangat menghargai inisiatif IKA ITS dalam aksi kepedulian ini.

“Setiap kali Indonesia menghadapi situasi sulit karena berbagai bencana, seluruh elemen masyarakat turun tangan bergotong-royong. Inilah mengapa Indonesia selalu berhasil dalam mengatasi masa-masa suit. Gerakan seperti yang dilakukan IKA ITS ini merupakan wujud kepedulian yang selalu menjadi ruh kehidupan bangsa Indonesia. Inilah modal sosial yang kita miliki yang harus kita tumbuhkan dan perkuat sampai kapan pun,” tuturnya.

Menko PMK Muhadjir Effendy mengutarakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berlangsung sejak pandemi Covid-19 masih memiliki kendala. PJJ cukup sulit untuk dilakukan di daerah yang mengalami kendala akses internet dan ketiadaan gawai karena rendahnya tingkat ekonomi masyarakat.

Karena itu, Muhadjir menyampaikan apresiasi kepada IKA ITS yang telah menggalang aksi donasi gawai.

“Sumbangan dari IKA ITS ini diharapkan membantu sejumlah siswa dan guru dalam melanjutkan pembelajaran yang berkualitas dan memanfaatkan kemajuan iptek Revolusi Industri 4.0. Jangan sampai pandemi ini juga menjadikan generasi penerus kita tertinggal dalam pendidikannya,” kata mantan Mendikbud ini.

Muhadjir mengharapkan agar inisiatif IKA ITS ini diikuti oleh pihak-pihak lainnya.

Muhadjir juga berpesan untuk tetap waspada pandemi Covid-19. Dia menambahkan, saat ini vaksinasi sudah mulai dilakukan secara nasional. Namun masyarakat diharapkan tidak lengah dan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.

“Walaupun sudah mendapatkan vaksin, tubuh seseorang tidak serta merta menjadi kebal terhadap virus Corona. Dibutuhkan waktu bagi tubuh untuk membentuk antibodi guna melawan virus Corona. Menghentikan pandemi ini memerlukan komitmen dari kita semua, yaitu dengan mencegah diri kita tertular dan mencegah diri kita menulari orang lain. Bila penularan berhasil dihambat, maka penyembuhan bagi penderita akan lebih ringan,” tutup Menko Muhadjir. (miv)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *