oleh

Mendikdasmen Tinjau Langsung Pelaksanaan Program MBG di SD Negeri 001 Sei Beduk, Kota Batam 

BATAM-Menteri  Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 001 Sei Beduk, Kota Batam. Seusai menyaksikan para murid  makan bersama Abdul Mu’ti mengaku puas menyaksikan mereka sangat antusias menunggu giliran pembagian menu MBG di kelas masing-masing.

“Program MBG merupakan bagian tak terpisahkan dari penguatan pendidikan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). 7 KAIH meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Gerakan ini terus meluas berkat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat,” kata Mendikdasmen di sela-sela peninjauan, Selasa (12/05/2026).

Menurut Mendikdasmen, berdasarkan hasil penelitian kolaboratif dengan LabSosio UI, program MBG membantu murid meningkatkan motivasi belajar, memberikan pengalaman menyenangkan bagi siswa baik dari produk maupun saat makan bersama, juga memberikan kesempatan bagi siswa dari kelompok sosio-ekonomi rendah mendapatkan pangan yang bergizi.

Secara nasional, capaian program telah menjangkau 49,6 juta murid (93 persen) dari total 53,4 juta siswa di seluruh Indonesia, yang tersebar di 288.845 sekolah (66,5 persen). Pemerintah juga telah mendistribusikan modul edukasi dan pedoman implementasi MBG yang terintegrasi dengan penguatan pendidikan karakter ke seluruh sekolah.

Mendikdasmen menekankan pentingnya upaya perbaikan berkelanjutan. “Prinsip kami adalah: apa yang tidak bisa diambil semuanya, jangan dibuang semuanya. Jika ada kendala dalam implementasi MBG, kami akan terus memperbaikinya demi memastikan 100 persen anak Indonesia mendapatkan hak gizi yang layak sekaligus pendidikan karakter yang baik,” ujar Abdul Mu’ti.

Bantuan Rehabilitas Ruang Kelas dan IFP  

Selain meninjau pelaksaan program MBG dalam kegiatan  tersebut Mendikdasmen juga memberikan bantuan Papan Interaktif Digital (PID) atau  Interactive Flat Panel (IFP) serta rehabilitasi ruang kelas serta mempertimbangkan untuk menambah kelas baru.

Anggaran pendidikan tahun 2026 sendiri diproyeksikan naik hingga di atas Rp100 triliun untuk mendukung revitalisasi sekitar 70 ribu sekolah serta penguatan digitalisasi pembelajaran melalui Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP). (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *