oleh

Klinik AMS Siapkan Anak Menjadi Sehat dan Cerdas sejak Dini

POSKOTA.COM-Masyarakat Indonesia belum terbiasa memiliki data base riwayat kesehatannya secara lengkap. Karena mereka akan pergi ke dokter memeriksakan kesehatan ketika sudah jatuh sakit.

“Berbeda dengan negara maju, data base riwayat kesehatan terekam dengan baik sejak lahir sehingga potensi sakit bisa diprediksi,” kata Founder AMS Klinik dr Achmad Mediana, SpOG, pada peresmian Klinik Ibu dan Anak AMS, Jalan Kemang Timur No 23 Jakarta Selatan.

Padahal, menurut dr. Achmad,  untuk hidup sehat monitoring kesehatan tubuh harus dilakukan secara rutin sejak kecil. Sebab jatuh sakit itu tidak datang dengan tiba-tiba. Ada pemicu atau penyebab yang mungkin terjadi sejak lama.

Founder AMS Klinik dr Achmad Mediana, SpOG

Upaya membantu masyarakat membangun data base kesehatannya, Klinik AMS luncurkan produk layanan kesehatan Achmad Mediana System (AMS). Ini adalah program layanan kesehatan yang sifatnya terintegrasi bagi setiap individu sejak masih bayi hingga remaja, dewasa bahkan lansia. Program layanan kesehatan AMS tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan di tempat, konsultasi, monitoring dan evaluasi  kesehatan secara menyeluruh dan terjadwal.

“Pasien cukup membeli paket yang diinginkan, maka tim dokter dari AMS Klinik akan bekerja full untuk Anda,” tambah dr Ahmad.

Ia berharap dengan mengikuti program layanan kesehatan AMS, setiap individu memiliki data base riwayat kesehatannya secara lengkap. Dengan demikian, potensi penyakit yang mungkin muncul dalam perjalanan usianya bisa diantisipasi.

Saat ini Klinik AMS baru menyediakan paket layanan kesehatan untuk ibu hamil hingga anak dibawah usia 10 tahun. Tetapi ke depan, diharapkan klinik ini bisa mengembangkan paket layanan hingga usia lanjut.

Dr Achmad mencontohkan paket layanan kesehatan Bundana untuk ibu hamil. Paket ini menyediakan layanan cek kesehatan, monitoring monitoring perkembangan bayi, kondisi kehamilan dan lainnya sejak janin berusia nol bulan hingga bayi lahir. Monitoring dilakukan tidak hanya melalui pemeriksaan di klinik tetapi juga komunikasi melalui teknologi.

“Tim dokter bahkan akan melakukan evaluasi dan pembahasan terhadap kondisi kehamilan pasien sepekan sekali untuk melihat berbagai kemungkinan. Misalnya kapan harus periksa kehamilan, harus minum vitamin apa, harus melakukan pemeriksaan apa, bagaimana kondisi janin, semua kami catat dan komunikasikan dengan baik kepada pasien,” katanya.

Model layanan dan monitoring kesehatan seperti ini memungkinkan kondisi janin terpantau dengan baik. Bahkan jika janin berpotensi mengalami alergi, atau potensi kelainan lainnya dapat diprediksi sejak awal, sehingga memungkinkan dilakukan pencegahan atau pengobatan.

Ide awal diluncurkannya program kesehatan AMS tersebut diakui dr Achmad bermula dari rasa keprihatinannya melihat banyaknya anak yang tumbuh kembangnya kurang termonitor dengan baik. Anak datang dalam kondisi sakit-sakitan, alergi, stunting, kurang gizi dan kelainan bawaan lainnya..

“Dan ternyata mereka tidak memiliki rekam medis yang lengkap. Tidak ada catatan atau data base tentang proses janin berkembang hingga lahir dan tumbuh menjadi balita. Padahal kasus-kasus sakit atau kelainan bawaan bisa dimonitor sejak anak masih dalam kandungan,” tambahnya.

Rekam medis dan catatan tumbuh kembang anak sejak janin hingga remaja bahkan lansia ini menjadi kunci penting dari database kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Dengan database kesehatan ini, setiap individu akan dapat termonitor kondisi kesehatannya.

Tidak adanya data base kesehatan masyarakat secara umum ini, menggerakkan dr Achmad untuk meluncurkan ide AMS. Program AMS ini akan membantu masyarakat untuk membuat data base kesehatan sejak anak masih janin bahkan pra kehamilan secara lengkap dibawah pengawasan dokter spesialis.

Program layanan kesehatan AMS yang diluncurkan awal Januari 2021 tersebut hingga kini telah memiliki sekitar 140 orang peserta. Mereka sebagian besar adalah kaum milenial yang tengah mempersiapkan kelahiran bayinya.

CEO Klinik AMS dr Narita Eliani

Sasar kaum milenial

CEO AMS Klinik dr Narita Eliani mengatakan banyak kaum milenial menginginkan memiliki anak yang sehat dan tumbuh dengan baik. Namun mereka tidak tahu harus melakukan apa dan pergi kemana untuk mendapatkan layanan kesehatan kehamilannya.

“Program AMS ini memberikan panduan lengkap tentang apa saja yang harus dilakukan pasangan muda untuk mendapatkan anak yang sehat,” kata dr Narita Eliani.

Selain menawarkan layanan kesehatan ibu dan anak secara terintegrasi, program AMS juga menjadi program layanan kesehatan yang sangat mudah proses pembayarannya. Karena paket layanan kesehatan AMS bisa dibayar dengan cara dicicil selama satu tahun.

Ia memberikan contoh untuk paket Bundana seharga Rp25 juta. Nilai tersebut bisa dibayarkan selama setahun dengan cara mencicil baik melalui kartu kredit, tunai maupun OVO dan lainnya.

Dengan membeli paket Bundana, pasangan muda akan mendapatkan pelayanan pemeriksaan kehamilan secara rutin setiap bulan sesuai kebutuhan, baik pemeriksaan , USG, kebutuhan laboratorium, konsultasi, monitoring dari dokter spesialis dan melahirkan secara normal di rumah sakit rujukan.

“Kalau paketnya setahun Rp25 juta itu artinya setiap bulan hanya membayar sekitar Rp1.8 juta. Dengan bayar senilai itu kondisi kehamilan ibu bisa dimonitor secara detail,” tambahnya.

Untuk mendukung program layanan kesehatan AMS, lanjut dr Narita, saat ini Klini AMS telah diperkuat dengan 2 dokter obgyn, 2 dokter spesialis anak, dokter spesialis laktasi 4 orang, dokter gigi satu orang, dokter gizi klinis 1 orang, bidan dan staf lainnya.

Selain paket Bundana, AMS Klinik juga menyediakan paket imunisasi bagi bayi baru lahir hingga usia 18 bulan, paket anak balita dan menpouse. “Sampai saat ini kami baru melayani untuk usia anak dibawah 10 tahun. Tetapi tentu ke depan kita akan buka layanan kesehatan terintegrasi hingga usia dewasa dan lansia,” tukas dr Narita. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *