oleh

Kemenkominfo Jadikan Pandemi Covid-19 sebagai Momentum Percepatan Transformasi Digital

-Nasional-90 views

POSKOTA.CO – Sebelum pandemi Covid-19, Indonesia diperkirakan baru akan mengalami kemajuan teknologi beberapa tahun ke depan. Namun, pandemi ini menjadikan transformasi digital berlangsung lebih cepat. Pandemi Covid-19 dapat dilihat melalui perspektif lain, yakni sebagai momentum bagi percepatan transformasi digital.

“Saya ingin mengutip pernyataan Presiden terkait Pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita semua melakukan adaptasi kehidupan baru. Ini adalah momentum untuk melakukan percepatan transformasi digital,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen SDPPI Kemkominfo) Ismail, Kamis (1/10/2020), dalam keynote speech Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah media nasional di Hotel Salak Heritage Bogor, Kamis (1/10/2020).

Meski demikian, lanjutnya, guna menangkap momentum transformasi digital ini, beberapa masalah perlu diselesaikan. Diantaranya infrastruktur yang menjadi fokus utama dalam meningkatnya kebutuhan broadband. Juga ketersediaan infrastruktur yang dapat diandalkan adalah suatu keharusan.

Direktur Jenderal Sumberdaya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (SDPPI) Ismail

Senada dengan lima hal yang disampaikan Presiden, pertama, percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital, seperti penyediaan layanan internet di 12.500 desa/kelurahan serta di titik-titik layanan publik. Kedua, meminta jajaran terkait untuk mempersiapkan peta jalan transformasi digital disektor-sektor strategis, antara lain pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, dan penyiaran.

Ketiga, integrasi pusat data nasional dipercepat. Keempat, kebutuhan sumber daya manusia talenta digital disiapkan. Indonesia membutuhkan talenta digital kurang lebih sembilan juta orang untuk 15 tahun ke depan, atau kurang lebih 600 ribu per tahun. Dan Kelima, terkait perencanaan transformasi digital, perlu dipersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan regulasi, skema pendanaan, dan pembiayaan transformasi digital.

Di sisi grassroot, lanjut Ismail, ada lima kebiasaan baru masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, setelah kurang lebih lima bulan menghadapi Pandemi COVID-19. Yakni, pemanfaatan jaringan untuk bekerja dari rumah, meningkatnya digital payment, akses digital untuk kesehatan dan belajar jarak jauh, serta akselerasi transformasi digital dunia industri.

“Covid-19 telah membentuk perilaku masyarakat kita memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan lebih baik,” kata Dirjen SDPPI Kemkominfo. (*/fs)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *