POSKOTA.CO-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia memberikan apresiasi pendidikan vokasi melalui program Anugerah CEO SMK Tahun 2021. Program ini bertujuan untuk untuk memberikan apresiasi kepada Kepala SMK yang telah berhasil mengimplementasikan konsep leadership, manajerial, enterpreneurship, dan kecakapan digital, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi bermaksud menyelenggarakan program Anugerah CEO SMK Tahun 2021. Program ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi Kepala SMK dalam memajukan pendidikan vokasi serta diharapkan mampu memberi efek imbas kepada Kepala SMK lainnya untuk berprestasi dan berkinerja lebih baik.
“Peserta program Anugerah CEO SMK ini merupakan peserta dari program yang telah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto dalam acara pemberian Anugerah CEO SMK Tahun 2021 tersebut di Studio 1 Kompas TV, Senin (13/12/2021).
Menurut Wikan, para penerima anugerah adalah : (1) Peserta program Peningkatan Kapabilitas Manajerial Berbasis Industri tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Prasetiya Mulya, dan Universitas Bina Nusantara; (2) Peserta program Peningkatan Kompetensi Kepemimpinan dan Kewirausahaan bagi Kepala SMK (Mini MBA) tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Universitas Indonesia; (3) Peserta program SMK Cakap Digital dari SMK pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan tahun 2021”. Proses Seleksi untuk memilih peserta sampai dengan tahap final ini dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi pelaksana program Peningkatan Kapabilitas Manajerial Berbasis Industri, Dyandra Academy, dan CEO dari Dunia Usaha dan Dunia Industri.
Sebelumnya memang Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi sebagai lembaga yang bertugas untuk mengembangkan dan membina pendidikan vokasi di Indonesia, isu peningkatan kualitas Pendidikan vokasi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja menjadi isu yang menjadi pembahasan hangat, hal ini seiring dengan program prioritas pemerintah Indonesia yang saat ini juga menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas pembangunan nasional. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi terus mendukung upaya peningkatan kualitas dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan vokasi di Indonesia salah satunya dengan mengembangkan kompetensi pimpinan satuan pendidikan vokasi melalui program Peningkatan Kapabilitas Manajerial Berbasis Industri.
Program Peningkatan Kapabilitas Manajerial Berbasis Industri ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2020 lalu melalui kerja sama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi bersama dengan 5 Perguruan Tinggi yang telah memiliki pengalaman dalam mendidik dan menjadi mentor dari para CEO atau calon – calon Entrepreneur dan memiliki reputasi yang baik ditingkat Nasional maupun Internasional.
Tantangan dunia kerja
Tantangan perkembangan dunia kerja sudah sangat cepat, apabila kita tidak adaptif dalam pemahaman tersebut nantinya kita akan tertinggal semakin jauh. Ini tentu saja diperlukan perubahan paradigma dalam ekosistem pendidikan di SMK khususnya, agar peserta didik dapat merasa nyaman dalam proses belajar untuk mengembangkan kompetensi dirinya. Maka dari itu diperlukan sebuah terobosan-terobosan program terkait dengan pengembangan kompetensi utamanya dalam pengelolaan satuan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Acara Apresiasi penganugerahan CEO SMK ini menjadi momen yang sangat baik bagi para Kepala SMK yang telah membuktikan dedikasi dan konsistensi mereka dalam menerapkan dan mengimplementasikan apa yang sudah diberikan saat mengikuti diklat sehingga benar-benar memberikan dampak yang signifikan terhadap sekolah dan masyarakat sekitar.
Para finalis yang telah berhasil lolos sampai ketahap final ini dihadapkan pada juri yang berasal dari CEO dari Dunia Usaha dan Dunia Industri, untuk mendapatkan insight dan pandangan yang nyata seorang CEO SMK apabila dilihat dari kacamata seorang CEO Industri. Ini tentunya akan memberikan masukan yang sangat bagus bagi pengembangan SMK kedepan, dan tentunya ini akan menjadi pintu masuk baru untuk dapat berkolaborasi antara SMK dengan CEO Industri itu secara langsung.
Penyaringan kandidat penerima CEO Award dilaksanakan melalui tiga tahapan yang dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi dengan melibatkan DUDI yang akan berperan sebagai juri penilai di tahap akhir. Seleksi tahap pertama melalui penilaian terhadap portofolio selama mengikuti diklat yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, seleksi kedua penilaian berdasarkan indikator acuan yaitu kewirausahaan, jejaring kemitraan industri, dan tim kerja, dan seleksi tahap ketiga dilaksanakan melalui penilaian terhadap implementasi proyek pengembangan SMK yang akan dinilai langsung oleh juri dari kalangan pimpinan/CEO dari Dunia Usaha dan Dunia Industri. Untuk kategori berbeda sebagai CEO Cakap Digital penilaian akan dilakukan oleh Tim Dyandra Academy sebagai mitra Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dalam gelaran Workshop Digital Marketing dan Strategy yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2021.
Upaya memotivasi Kepala SMK
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dalam sambutan mengatakan bahwa kegiatan apresiasi CEO SMK Award ini adalah upaya yang baik dalam mendorong motivasi Kepala SMK untuk dapat bekerja optimal dalam memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik di sekolah. Diharapkan melalui kegiatan ini akan memberikan imbasan positif bagi Kepala SMK di seluruh Indonesia untuk dapat memberikan kinerja terbaiknya dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Nominasi yang akan diberikan kepada peserta finalis ini diantaranya (1) CEO Terbaik SMK; (2) Kinerja Unggul; (3) Kewirausahaan Terbaik; (4) Jejaring Kemitraan Terbaik; (5) Tim Kerja Terbaik; (6) Cakap Digital; dan (7) CEO SMK Terfavorit
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan pendidikan vokasi dalam rangka peningkatan kualitas dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan vokasi di Indonesia, salah satunya dengan terus mendorong para pimpinan satuan pendidikan vokasi agar memiliki sikap growth mindset, kompetensi manajerial, leadership dan kewirausahaan. Harapannya, Kepala SMK dapat memposisikan diri di sekolah bukan sekedar sebagai Chief Education Officer namun juga sebagai Chief Excecutive Officer (CEO) bagi sekolah tersebut. (*/fs)








Komentar