oleh

Kekayaan Lokal Hayati, Krusial Point dari Kesehatan dan Budaya

POSKOTA.CO – Acara Sosialisasi Pengetahuan Tradisional sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan yang Digunakan Dalam Kehidupan Sehari-hari merupakan momen yang sangat penting dalam rangka memberikan edukasi hubungan kesehatan dengan kebudayaan di masa pandemi Covid-19.

Praktisi kesehatan, dr. Tifauzia Tyassuma mengungkapkan ada satu krusial point bagaimana kesehatan dengan budaya itu letaknya adalah pada kekayaan lokal hayati dimana disalah-satu kekayaan lokal hayati sangat penting untuk di sosialisasikan adalah herbal Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi acara yang digelar oleh Ditjen Kebudayaan-Kemdikbudristek dan bapak Ferdiansyah selaku ketua objek pemajuan kebudayaan sebagai panja RUU Kebudayaan Komisi X DPR RI karena ini momen penting bagi saya dalam mengedukasi dan memberikan penjelasan mengenai kekayaan lokal hayati tersebut,” ungkap dr. Tifauzia disela-sela acara Sosialisasi Pengetahuan Tradisional sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan yang Digunakan Dalam Kehidupan Sehari-hari berlangsung di Garut, (25/9).

dr. Tifauzia menyampaikan bahwa berdasarkan bukti empiris dan pengalaman yang sudah dilakukan selama 15 bulan dimasa pandemi Covid-19 ini ternyata kekayaan lokal hayati Indonesia dalam bentuk herbal ternyata bisa sekali menjadi pilar untuk penguat imunitas tubuh masyarakat Indonesia.

“Kekayaan lokal hayati dalam bentuk herbal yang komposisinya terdiri dari jahe, kunyit, sereh, jeruk lemon, daun bambu dan gula aren yang semuanya ini tanaman asli Indonesia. Saya sendiri sudah melakukan uji lapangan di 1200 titik di seluruh Indonesia dan ternyata mereka berhasil menjaga kesehatannya sendiri dan bagi yang menjalani isoman mereka menjadi pasien isoman yang berdaya dengan herbal asli Indonesia ini,” jelasnya.

Lebih lanjut dr. Tifauzia Tyassuma mengungkapkan efek yang menguntungkan lainnya dari formulasi ramuan herbal ini yang terdiri jahe, kunyit, sereh, jeruk lemon, daun bambu dan gula aren ini ternyata bisa mengendalikan dengan baik berbagai jenis macam komorbit yaitu hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, autoimun dan penyakit infeksi lainnya.

“Melalui acara sosialisasi ini merupakan kesempatan buat saya untuk bisa mengedukasi dan memaparkan secara jelas bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas kesehatan yang mendukung pemajuan kebudayaan,” tutup Praktisi kesehatan, dr. Tifauzia Tyassuma. (miv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *