oleh

Gelar Silaturami Nasional, BP2MI dan P3MI Sepakat Ciptakan Sinergi Lindungi Pekerja Migran Indonesia

POSKOTA.CO – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) menggelar Silaturahmi Nasional untuk menciptakan sinergisitas mewujudkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya lebih bermartabat dan sejahtera, di Graha Insan Cita Depok, Jawa Barat, Kamis (26/11/2020).

Forum ini dihadiri oleh 260 P3MI dari tiga asosiasi, yaitu APJATI, Aspataki, dan Himsataki. “Ini bagian sikap BP2MI dalam hal pelindungan terhadap PMI, bahwa kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan dari seluruh asosiasi dan P3MI. Kita adalah mitra strategis, keluarga besar dalam mewujudkan cita-cita kita bagi PMI,”kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, dalam sambutannya.

Adalah sebuah keniscayaan, lanjut Kepala BP2MI, bahwa BP2MI dan P3MI harus bersinergi dan berkolaborasi, bekerja sama dan bersama-sama bekerja. “Kami memahami bahwa orientasi perusahaan adalah keuntungan. Tapi jangan pernah berpikir Bapak/Ibu Direktur Utama P3MI beserta jajaran dapat mengambil keuntungan dengan cara merampas kesejahteraan apalagi keselamatan Pekerja Migran Indonesia,” tutur Benny. “P3MI harus berorientasi pada kebangsaan, pada keselamatan dan pada pelindungan PMI dan keluarganya, kita harus benar-benar tulus dan ikhlas dari dalam hati.P3MI boleh mencari keuntungan, tapi tetap utamakan kesejahteraan dan melayani PMI dengan hati nurani,” lanjut Benny.

Ditambahkan Benny, pemerintah melalui BP2MI tidak menginginkan jumlah P3MI yang banyak, namun yang diinginkan adalah yang benar-benar berkualitas dalam menjaga dan melindungi PMI. “BP2MI butuh P3MI yang berorientasi pada cita-cita Republik Indonesia, pada kesejahteraan PMI dan keluarganya. Yang benar-benar taat dan patuh terhadap peraturan, dan benar-benar menghargai kemanusiaan di atas segala-segalanya,” terang Benny.

Benny Rhamdani menyalami Direktur P3MI. (dk)

PMI BUKAN OBYEK RAIH KEUNTUNGAN

Kepala BP2MI juga mengimbau agar P3MI tidak lagi menjadikan PMI sebagai objek pemasukan, namun semestinya menjadikan PMI sebagai mitra P3MI. Oleh karenanya, tiga tahun lalu, Pemerintah memberikan hadiah untuk PMI melalui penerbitan Undang-undang Nomor 18 tahun 2017 yang fokus pada pelindungan menyeluruh pada berbagai aspek dengan melibatkan berbagai pihak bahkan hingga di level desa.

Dikatakan oleh Kepala BP2MI, selama ini BP2MI selalu menjadi “pemadam kebakaran” dari banyaknya kasus yang menimpa PMI di luar negeri, akibat sindikat pengiriman ilegal PMI. Banyak PMI yang mengalami penyiksaan, pemutusan kerja secara sepihak, jam kerja dan gaji yang tidak sesuai, kekerasan yang berujung kehilangan nyawa.

“Saya tidak akan menghabiskan waktu dan tenaga terhadap kesalahan masa lalu, tapi di era kepemimpinan saya, akan kita jalin kekeluargaan dan sinergisitas dalam memberantas sindikat pengiriman ilegal PMI. Saya memegang sumpah kepada Negara dan  Tuhan YME, tidak boleh lagi kita biarkan satu orang pun lagi yang mengalami tindak kekerasan,” sambungnya.

Dengan silaturahmi ini, diharapkan Pemerintah melalui BP2MI dan P3MI bisa semakin terbuka dalam berdiskusi demi meningkatkan pelayanan terhadap PMI.

Benny Rhamdani berfoto bersama. (dk)

“BP2MI tidak memusuhi P3MI, tapi menginginkan kerja sama dengan berpegang pada kepentingan Merah-Putih dengan semakin solid dan antar asosiasi pun tidak saling serang. Saya berharap ke depannya silahturami kita tidak terputus, ruang dialog kita terus terjaga, bukan hanya sebagai ruang evaluasi, tapi juga sebagai forum refleksi diri,” tutup Benny.

Dalam forum ini, dilaksanakan pula penandatanganan Komitmen bersama BP2MI dan P3MI dalam pemberantasan penempatan illegal PMI dan Pembebasan Biaya Penempatan PMI serta penyerahan secara simbolis Akun Penanggung Jawab P3MI pada SISKOP2MI oleh Kepala BP2MI kepada Perwakilan P3MI. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *