oleh

Proses Izin Pembangunan Gereja 25 Tahun, Pramono Prihatin dan Minta Jajaran Tidak Persulit Masyarakat

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku prihatin mendengar kabar proses pengurusan perizinan bangunan gedung gereja memakan waktu sampai 25 tahun. Ia minta kepada jajaran terkait untuk memberikan pendampingan agar perizinan bisa cepat.

Pramono menyoroti pentingnya kecepatan birokrasi, terutama terkait perizinan penerbitan Persetujuan Pembangunan Gedung (PBG) agar tidak memakan waktu sangat lama. “Saya instruksikan kepada jajaran, termasuk Wali Kota agar memberikan perhatian khusus terhadap perizinan pembangunan rumah ibadah,” tandas Pramono usai meresmikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Taman Harapan Jakarta di Cililitan, Jakarta Timur, Minggu (25/10).

Menurutnya proses pengurusan PBG sampai seperempat abad lamanya tidak akan terjadi. “Maka saya menyampaikan kepada jajaran dinas dan wali kota. Kita untuk memberikan perhatian secara khusus agar proses pembangunan yang seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Pramono.

Pramono mengaku sedih, peresmian gereja dilakukan setelah proses perizinan pembangunannya membutuhkan waktu hingga sekitar 25 tahun. Pramono menyoroti pentingnya kecepatan birokrasi, terutama terkait perizinan penerbitan PBG agar tidak memakan waktu yang lama. Gubernur pun berharap, kehadiran Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Taman Harapan Jakarta ini benar-benar membawa kesejukan, kedamaian, dan ketenangan bagi umatnya.

“Untuk itu mari kita rawat bersama gereja ini agar saudara-saudara sekalian dalam doa-doa yang dipanjatkan mendapatkan kedamaian, ketenteraman, dan sekaligus keyakinan,” katanya.

Dalam acara ini, Gubernur menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin bagi semua umat beragama dan etnis di Jakarta. Ia mencontohkan perayaan berbagai hari raya keagamaan yang telah diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta, seperti Christmas Colosal, Imlek, Nyepi, dan Hari Raya Idulfitri.

“Kehidupan beragama yang telah tercipta harmonis dan penuh toleransi di Jakarta ini pun perlu untuk terus dirawat dan dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. Sehingga masyarakat Jakarta merasakan kedamaian dan ketentraman,” paparnya.
Pramono menilai kehidupan beragama di Jakarta sudah berjalan sangat baik. Hal ini salah satunya juga tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta yang menempati peringkat tertinggi di Indonesia.

“Hal itu tercermin dalam hal yang berkaitan dengan keagamaan, kesehatan, pendidikan, dan kemasyarakatan, kita tertinggi karena toleransinya. Jakarta sudah dianggap sebagai sebuah provinsi dengan toleransi yang tertinggi,” tandasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *