oleh

Garuda Indonesia Dinilai Memiliki Peluang Sehatkan Keuangan

POSKOTA.CO – Bisnis penerbangan terseok-seok ketika virus covid-19 menyerang dunia sejak 2020, masalahnya kebijakan berbagai negara membatasi penerbangan. Garuda Indonesia tak luput dari wabah corona.

Akibat dampak semua itu PT. Garuda Indonesia (Persero) semakin menderita kerugian yang semakin besar. Kemudian banyak usulan agar dibangkrutkan. Hingga akhirnya di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir Garuda masih tetap ada.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai Erick Thohir mampu meyakinkan para kreditur baik dalam maupun luar negeri dengan proposal yang diajukan sehingga Garuda mendapatkan kepastian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Hasil voting para kreditur memutuskan kreditur menyutujui proposal perdamaian Garuda Indonesia.

Piter pun menyambut gembira hasil voting PKPU dimana kreditur sepakat untuk melakukan negosiasi dan penjadwalan ulang terhadap seluruh kewajiban Garuda.

“Dengan kesepakatan ini Garuda punya kesempatan untuk menyehatkan kondisi keuangan Garuda. Saat ini kinerja keuangan Garuda Masih sangat sulit dengan beban utang yang sudah lebih dari 142 triliun,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (20/6/2022).

Piter menambahkan, Walaupun secara bertahap bisnis penerbangan sudah membaik tetapi masih sangat belum mencukupi untuk menyehatkan Garuda. Butuh waktu Dan berbagai terobosan, untuk benar-benar menyehatkan Garuda. Hasil PKPU akan memberikan waktu kepada Garuda untuk memperbaiki kondisi keuangan nya.

“Tetapi dibalik kesepakatan dan hasil PKPU tersebut, Hal positivnya adalah adanya kepercayaan kreditur akan masa depan Garuda. Kreditur Masih sangat percaya bahwa Garuda sebagai maskapai penerbangan terbaik dan kebanggaannya Masyarakat Indonesia memiliki prospek usaha yang sangat baik. Garuda mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Dan rakyat Indonesia,” jelas Piter.

Piter mengungkapkan, “Kesepakatan dan hasil PKPU yg memberikan nafas kepada Garuda tidak lepas dari upaya keras kementerian BUMN (dibawah kepemimpinan Erick Thohir) dalam meyakinkan para kreditur Garuda.”

Pasca hasil PKPU, kementerian BUMN dan Garuda harus segera menyusun langkah-langkah yang bisa secara cepat menyehatkan keuangan Garuda. Permasalahan utama nya Garuda ada di keuangan,” kata Piter lagi.

“Modal besar Garuda adalah kepercayaan dan dukungan Masyarakat indonesia. Tidak sulit memperbaiki Garuda asalkan konsisten. Memang butuh waktu. Strategi utamanya adalah meningkatkan efisiensi Dan fokus pada pasar dalam negeri,” pungkasnya.(rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.