oleh

Doni Monardo Ajak Masyarakat untuk Jadi Pahlawan Covid-19

POSKOTA.CO – Jumlah wilayah kabupaten/kota masuk zona merah dan kasus harian beberapa hari belakangab terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat tajam. Kondisi ini memicu kecemasan masyarakat dan membuat Satgas Penanganan Covid-19 semakin khawatir.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo terus mengajak masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan (prokes). Sebab, melihat angka positif Covid-19 yang terjadi pekan ini semua pihak tanpa kecuali wajib patuh prokes.

Doni Monardo mengajak seluruh lapisan masyarakat bahu-membahu bersama pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Seluruh masyarakat diajak untuk menjadi pahlawan dalam upaya memutus penyebaran virus Corona. “Menjalankan prokes secara benar dan disiplin, kita semua sudah jadi pahlawan Covid-19,” kata Doni Monardo.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, periode 19 Januari 2021, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 10.365 kasus. Sedangka jumlah kasus aktif (sedang membutuhkan perawatan) sebanyak 146.842 kasus atau persentasenya 15,8 persen dibandingkan rata-rata dunia 26,38 persen.

Jumlah kesembuhan bertambah 8.013 orang dan jumlah total menjadi 753.948 kasus atau 81,3 persen dibandingkan rata-rata dunia 71,48 persen. Pasien meninggal bertambah 308 orang dan jumlah totalnya sebanyak 26.590 kasus atau 2,9 persen dibandingkan rata-rata dunia 2,13 persen. Jumlah wilayah yang masuk zona merah atau risiko tinggi mencapai 108 kabupaten/kota.

“Penambahan jumlah kasus positif dan wilayah yang masuk zona merah sudah mengkhawatirkan. Apabila kita lihat peta (zonasi), hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki risiko penularan Covid-19 yang sangat tinggi,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito.

Lebih mengejutkan lagi, ada 15 kabupaten sebelumnya tidak pernah masuk zona merah, kini berada di zona merah. Pihak Satgas Covid-19 mengingatkan pemerintah daerah dan semua pihak terkait untuk ekstra waspada, jangan sampai di minggu selanjutnya, angka zona merah terus bertambah. Sebab, semua pihak tidak mau zona merah mendominasi warna di peta zonasi risiko.

“Jangan salah fokus, upaya yang harus kita lakukan bersama menurunkan angka di zona oranye untuk pindah ke zona kuning atau hijau, bukan untuk pindah ke zona merah,” tegas Prof Wiku.

Satgas Penanganan Covid-19 juga menyoroti tren penambahan kasus positif Covid-19 pada minggu ini mencapai 27,5 persen atau yang tertinggi selama ini. Bahkan pada pekan ini, tercatat penambahan kasus positif harian, menembus angka 14 ribu lebih dalam satu hari.

Bahkan positivity rate bulan Januari rata-rata di angka 25,98 persen. Namun, selain penularan yang menjadi penyebabnya juga akibat verifikasi data yang terlambat masuk sehingga menyebabkan penumpukan data di beberapa daerah.

Update informasi kasus Covid-19 dari 510 kabupaten/kota di 34 provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Rabu (20/1/2021) pukul 12.00 WIB. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah: pasien positif bertambah 12.568, jumlah total 939.948 orang. Pasien sembuh bertambah 9.755, jumlah total 763.703 orang. Pasien meninggal bertambah 267, jumlah total 26.857 orang.

“Saya minta kedepannya tidak ada lagi toleransi terhadap delay atau keterlambatan data. Karena ini sangat krusial dalam pengambilan keputusan. Dengan data yang tidak realtime, maka kebijakan yang dikeluarkan, tidak tepat waktu, sehingga menjadi tidak efektif,” tegas Prof Wiku.

Satgas Penanganan Covid-19 meminta, Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah harus terus memperbaiki integrasi data Covid-19. Sehingga dalam pelaporan data kedepannya dapat mengurangi gap (kekosongan) dan delay (penundaan) antara data pusat dan daerah.

Pada pekan sebelumnya, menurut Wiku, kasus kematian secara nasional sempat menurun menjadi 1,7 persen. Tetapi minggu ini kembali naik cukup pesat menjadi 37,4 persen.

“Ini adalah perkembangan yang menunjukkan ke arah yang buruk. Pada minggu yang sama, rekor kasus kematian harian tertinggi selama pandemi, yaitu 306 kematian dalam 1 hari, tepatnya pada 13 Januari 2021 lalu. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *