by

Dijadikan Transaksi Tongkang Tua, IMLOW Minta Hubla Awasi TNUK Ujung Kulon

Read Time:1 Minute, 3 Second

POSKOTA.CO – Sering dijadikan tempat transaksi jual beli besi tua dan banyak bangkai tongkang terdampar di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), pengamat Kemaritiman dari Indonesian Maritime Transportation and Logistic Watch (IMLOW) Achmad Ridwan Tento berharap Dirjen Perhubungan Laut memantau kegiatan lalu lintas tongkang di wilayah Ujung Kulon Provinsi Banten.

Menurut Sekjen IMLOW, pihaknya menerima informasi dari pegiat Lembaga Penjaga Pesisir Pulau-Pulau Banten (LP3B) hingga kini di wilayah perairan Pandeglang Provinsi Banten yang berdekatan dengan wilayah Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), berseliweran kapal tongkang bermuatan batubara dari luar pulau Jawa melalui jalur laut selatan menuju fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di daerah itu.

Kondisi ini berdampak pencemaran lingkungan maritim dan TNUK, lantaran cukup sering kapal-kapal tongkang bermuatan batu bara itu terdampar di TNUK akibat faktor cuaca buruk.

Bahkan, kata Ridwan, berdasarkan temuan LP3B Banten, dilokasi itu kini dijadikan tempat transaksi jual beli besi tua bangkai tongkang yang sudah lama terdampar.

Padahal, imbuhnya, TNUK merupakan kawasan yang di lindungi oleh 26 negara atas keberadanya dengan adanta satwa badak jawa yang dilindungi.

Disisi lain, Indonesia memiliki UU No:17 tahun 2008 tentang Pelayaran, dan Peraturan Pemerintah /PP No 21 tahun 2010 tentang Perlindungan Maritim.

“Kami minta Ditjen Hubla Kemenhub turun ke lapangan dan melakukan investigasi langsung terhadap masalah ini,”ujar Ridwan. (r)

1 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini