oleh

Ibu Hamil Perlu Diingatkan untuk Disiplin Jalankan Langkah ABCDE

YOGYAKARTA-Dalam mencegah stunting Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kota Yogyakarta Dewi Krismayanti mengingatkan pentingnya memperhatikan langkah ABCDE. Hal ini perlu dilakukan mengingat sampai saat ini masalah stunting belum sepenuhnya bisa diatasi.

“A yakni aktif minum tablet tambah darah, B, ibu hamil (Bumil) teratur periksa kehamilan, dan C, cukupi konsumsi protein hewani,” kata Dewi pada kegiatan Media Gathering yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bertajuk “TPK garda terdepan penurunan stunting” di Kota Yogyakarta, Jumat (08/03/2024).

Setelah itu, D untuk datang ke pos pelayanan terpadu (Posyandu) tiap bulan, dan E untuk eksklusif ASI enam bulan. Kampanye ABCDE ini juga telah disosialisasikan oleh Kementerian Kesehatan dan menjadi materi yang gencar disampaikan oleh TPK Kota Yogyakarta kepada masyarakat.

Menurut Dewi, permasalahan yang seringkali ditemukan di lapangan adalah ketika berhadapan dengan masyarakat yang sangat beragam, termasuk pernikahan muda, kehamilan tidak diinginkan, dan remaja yang hampir semua tidak mau mengkonsumsi tablet tambah darah.

Sementara itu Patricia Sri Maryanti kader keluarga berencana (KB) yang juga tim TPK Kota Yogyakarta  mengungkapkan pentingnya strategi komunikasi kepada komunitas untuk meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya tablet tambah darah untuk mencegah stunting dari hulu.

“Tablet tambah darah kami sampaikan kepada remaja putri, untuk mereka siap berkeluarga, hamil, dan melahirkan, kadar hemoglobin (hb) yang memenuhi standar itu berapa, kalau pada remaja 10-15 gram/dl,” ucapnya.

Ia mengingatkan, apabila sejak remaja seseorang sudah mengalami kekurangan darah merah atau anemia, maka saat masa kehamilan dan melahirkan juga akan kesulitan dan anaknya berisiko menderita stunting.

“Makan-makanan cepat saji, tidak suka makan-makanan hijau, itu juga berpengaruh, para remaja ini kebanyakan mengeluh tidak mau meminum tablet tambah darah karena mual saat mengkonsumsi,” tuturnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia menyampaikan bahwa TPK terus mengedukasi bahwa konsumsi tablet tambah darah itu hanya perlu satu minggu sekali.

“Itu juga kami sampaikan lebih baik diminum sebelum tidur, niscaya tidak akan mengalami gejala- mual, saat minum jangan bersamaan dengan kopi atau teh, dan lebih baik dengan air jeruk. Untuk program pemberian tablet tambah darah di sekolah, harus diminum saat itu juga dengan disaksikan oleh guru,” paparnya.

Selain itu, TPK juga terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada komunitas tentang pentingnya mencegah stunting.

“Kami (tim TPK) masuk ke pertemuan komunitas, bahkan ke komunitas lanjut usia (lansia) meskipun mereka bukan sasaran, tetapi paling tidak mereka mempunyai pengetahuan tentang stunting, kami juga melakukan komunikasi ke kakek, nenek, atau pengasuh, diberikan edukasi tentang pentingnya ASI eksklusif dan asupan gizi yang berkualitas,” kata dia. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *