oleh

Bukan Cuma Senjata, Menhan Sjafrie Tegaskan Perut Rakyat dan Industri Strategis adalah Benteng Pertahanan

SUBANG — Pertahanan negara  bukan cuma soal moncong senjata dan baris-berbaris di barak. Benteng pertahanan sejati adalah ketika industri nasional mandiri dan perut rakyatnya sejahtera.

​Pesan kuat itulah yang digelorakan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat turun langsung menyisir dua titik strategis di Jawa Barat, Rabu (10/6). Tak tanggung-tanggung, Menhan memboyong Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa untuk melihat langsung denyut nadi industri dan kesiapan prajurit di lapangan.

​Sidak pertama digencarkan di Pabrik Mobil Nasional di Subang. Di hadapan deru mesin pabrik, Menhan Sjafrie melempar pernyataan tajam. Baginya, menguasai teknologi manufaktur adalah harga mati agar bangsa ini tidak terus-terusan mendongak dan bergantung pada teknologi asing.

​Sjafrie pun menunjukkan sisi lain yang lebih humanis. Di balik megahnya mesin-mesin baja itu, Menhan menyoroti nasib 2.000 tenaga kerja lokal yang menggantungkan hidup di sana.

​”Penguatan industri ini harus membuka peluang kerja bagi masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah. Ini bentuk kemandirian bangsa yang nyata,” tegas Menhan.

​Mengetuk Hati Prajurit Pancasona: Setetes Darah untuk Rakyat

​Puas membakar semangat di Subang, rombongan petinggi militer ini langsung melesat ke Bandung Barat, menyatroni Markas Yonif TP 938/Pancasona. Di sini, suasana berubah menjadi lebih menyentuh namun tetap dinamis.

​Menhan Sjafrie langsung “mengetuk” hati para prajurit. Dia meminta tentara tidak boleh eksklusif dan berjarak dengan warga. Perintahnya konkret dan membumi: galakkan kegiatan sosial, salah satunya donor darah rutin.

​”Prajurit Yonif TP harus mampu menjadi penggerak kemajuan. Kalian harus memberikan manfaat langsung bagi pembangunan wilayah dan kesejahteraan masyarakat,” cetus Menhan dengan nada bicara yang berwibawa namun teduh.

​Kunjungan kerja ini mengirim sinyal melengking ke seluruh penjuru negeri: bahwa TNI hari ini adalah TNI yang industrialis, modern, namun tetap memiliki hati yang peka terhadap jeritan dan kebutuhan rakyatnya. (aga/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *