oleh

Wanita Paruh Baya Warga Leuwisadeng Lumpuh, Butuh Uluran Tangan Pemerintah

POSKOTA. CO – Walau sudah setahun terbaring diranjang akibat penyakit lumpuh, nenek yang ditinggal pergi suaminya sepuluh tahun lalu karena meninggal dunia, hingga kini, belum ada kepedulian dari pihak pemerintah desa hingga kecamatan.

Nenek paruh baya bernama Siti, warga Kampung Baru, RT 4/4, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor ini hanya pasrah. Kepada sejumlah wartawan yang menemuinya, nenek ini bercerita, jika sudah satu tahun terbaring lemah lantaran menderita penyakit lumpuh.

Kondisi ekonomi, membuat pengobatan Siti berhenti. Ia mengaku, kondisi kesehatannya terus menurun saat berstatus janda, akibat meninggalnya suami tercinta. “Saya sudah janda ditinggal suami karena meninggal dunia sejak 10 tahun silam,” ujarnya.

Kondisi kesehatan Siti yang makin mengkhawatirkan, memerlukan perhatian dan dukungan dari banyak pihak termasuk pemerintah setempat baik desa maupun Kecamatan.

Hidun (40), anak kandung Siti mengatakan, ibunya menderita lumpuh sudah satu tahun. Selama ini ibunya tinggal satu rumah bersama Aan, anak ke 5 dari 11 bersaudara.

Ia bercerita, awal mula sebelum terjadi kelumpuhan, Ibunya menderita darah tinggi hingga terjadi strok hingga akhirnya mengalami kelumpuhan.

“Untuk berobat kita tebentur sama biaya, karena kondisi ekonomi. Saya sedih lihat ibu,”kata Hidun sambil berharap bantuan dari semua pihak untuk kesembuhan ibunya itu.

Rohim Hidayatulah, Kepala Desa Leuwisadeng mengaku baru mengetahui kondisi warganya sudah lama mengalami penyakit kelumpuhan saat di konfirmasi wartawan Rabu (21/4/2021).

Ia beralasan, baru satu tahun lebih dirinya menjabat sebagai kades. “Saya baru mengetahui kalau ada warga yang sudah setahun menderita penyakit lumpuh. Kami akan berupaya untuk pembuatan kartu BPJS, setelah itu bu Siti akan di bawa ke RSUD,”katanya.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PM) dari Kecamatan Leuwisadeng M.Yusup berjanji akan menangani Siti yang telah menderita lumpuh selama satu tahun itu.

“Kami akan intruksikan ke pihak dusun dan pemerintah desa setempat untuk segera diurus perlengkapan administrasi untuk pembuatan kartu BPJS tersebut. Sebelum penanganan secara medis, pertama kita urus BPJS dulu,” kata Yusuf. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *